Kabut Asap

Tragedi Sukhoi, Gempar Menara Cengkareng  

TEMPO.CO, Jakarta -Setelah Sukhoi Superjet 100 dipastikan menghilang dari radar pemantau, ruang kontrol Bandara Soekarno-Hatta sontak gempar. Seluruh petugas yang berjaga Rabu itu, 9 Juni 2012, langung dikumpulkan. Kumpul mendadak dipimpin sendiri oleh Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II Salahuddin Rafi. »Yang belum pulang ditahan, yang sudah pulang diminta kembali,” kata seorang petugas.

Sekitar pukul 23.00, sekira-kira 20 pemandu meriung di ruang rapat Sabda. Beberapa petugas berdiri karena kursi tak cukup, ada juga yang menyantap mi atau nasi goreng pesanan dari kantin. Bersama Vice President Air Traffic Services Sutrisno Jaya Putra, Salahuddin Rafi, memimpin rapat.

Di hadapan anak buahnya, Sutrisno menekankan pentingnya kesamaan pendapat. Dia juga meminta semua orang di ruangan itu melihat rekaman komunikasi Sukhoi. Kemudian, ia membuat simulasi kemungkinan pertanyaan yang bisa mengarahkan kesalahan ke pemandu.

»Mari kita tutup lubang atau celah yang ada,” kata Sutrisno, seperti ditirukan peserta lain.

Setelah empat jam berembuk, perkumpulan itu membubarkan diri pukul 03.30. Dan tanpa notulensi hasil rapat.

Rapat tak cuma berlangsung sekali. Kamis sore, 10 Juni 2012, pertemuan serupa kembali digelar. Kali ini pimpinannya adalah Kepala Subdirektorat Navigasi Udara Kementerian Perhubungan Wisnu Darjono. Bersama 31 petugas, Presiden Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) I Gusti Ketut Susila juga hadir.

Berjam-jam berembuk, rapat baru kelar menjelang tengah malam. Hasilnya, mereka menyepakati soal kronologi kecelakaan Sukhoi. Nyatanya dalam risalah ada beberapa poin yang beda antara rekaman percakapan antara pilot Sukhoi, Aleksandr Yablontsev, bersama petugas menara, N. Misalnya ada kalimat »Petugas menara menginstruksikan Sukhoi menuju Bogor Area” pada risalah. Tapi dalam transkrip percakapan tak terdengar jika petugas menyebut daerah ini ke pilot.

Namun Sutrisno menyangkal kejanggalan itu. Dia pun menjamin jawaban resmi Angkasa Pura soal Sukhoi sesuai dengan data dan fakta.

»Buat apa? Karena pasti terbuka juga ketika KNKT memeriksa,” ujarnya. (Baca versi lengkap di majalah Tempo edisi 18-23 Juni 2012)

CORBILA DESYANA | TEMPO

Berita Terkait

Faktor Menara Diduga Punya Peran di Tragedi Sukhoi

Pilot Sukhoi Sempat Berteriak: Ya Tuhan Apa Ini!

Pemandu ATC di Insiden Sukhoi Belum Bekerja Lagi

Pemerintah Berikan Asuransi ke Ahli Waris Korban Sukhoi

Trimarga Mendata Keluarga Korban Penerima Asuransi

 

 

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat