Tragedi Sukhoi Superjet 100 Dipicu Tamu di Kokpit

  • Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Tempo
    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa perusahaaan outsourcing yang akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN harus mengubah sistem perusahaan untuk memenuhi tender. Pertama, perusahaan tersebut harus mempunyai sistem jenjang karier dan sistem kepegawaian.

  • Ini Dia Daftar Aset Bank Indonesia

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Bank Indonesia (BI) mengaku sepanjang tahun llau telah menambah simpanan emas sebanyak 933 kilogram atau setara dengan 30 ribu troi ons.Direktur Eksekutif Keuangan Intern BI, Mubarakah menjelaskan, dengan adanya penambahan simpanan tersebut maka hingga akhir 2012 simpanan emas BI telah mencapai 73,93 ton atau setara 2.377.046 troy ons."Emas yang disimpan BI tidak semuanya berbentuk fisik, tetapi ada sebagian yang berupa surat berharga emas," ujar Mubarakah minggu lalu. ...

  • KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    Tempo
    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang mempertimbangkan pengoperasian kereta tambahan untuk masa mudik Lebaran tahun ini. "Masih dibahas, mudah-mudahan nanti awal Juni sudah ada," kata Juru Bicara KAI Daerah Operasi I (Daop I) Jabodetabek, Sukendar Mulya, saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Mei 2013.

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan ada orang lain selain pilot dan kopilot di kokpit pesawat Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan pada 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Jawa Barat. "Ada wakil calon pembeli," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 18 Desember 2012.

Ia menjelaskan, dalam penerbangan tersebut, pilot in command bertugas sebagai pengemudi pesawat. "Sedangkan second in command sebagai pilot monitoring," kata dia. Tatang pun menyebutkan, di kokpit, ada tempat duduk observer yang diisi oleh calon pembeli.

KNKT menyebutkan, ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan di Gunung Salak itu. Salah satunya adalah adanya pengalihan perhatian awak pesawat melalui percakapan berkepanjangan yang tidak terkait dengan penerbangan. "Ada diskusi dengan tamu tentang fuel consumption selama 38 detik," kata Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno.

Dalam diskusi itu, kapten pun sempat mengajukan permintaan. "Kita mau pulang saja apa terus bikin orbit?" kata Mardjono menirukan. Kapten mengajukan pertanyaan itu sampai tiga kali. Karena diskusi itulah pesawat menuju arah yang tidak seharusnya. Ia menyebutkan pilot seolah-olah menyelonong.

Sedangkan dua faktor lainnya yang berkontribusi dalam kecelakaan berasal dari awak pesawat dan Jakarta Radar. Pertama, awak pesawat tidak menyadari kondisi pegunungan di sekitar jalur penerbangan sehingga mengabaikan peringatan dari terrain awareness and warning system (TAWS). Kedua, Jakarta Radar belum memiliki batas ketinggian minimum yang diberikan vektor.

Vektor adalah perintah berupa arah yang diberikan oleh pengatur lalu lintas udara kepada pilot di pelayanan radar. Selain itu, Jakarta Radar pun belum dilengkapi dengan minimum safe altitude warning (MSAW), yang berfungsi untuk Gunung Salak. Menurut KNKT, keberadaan tamu di kokpit diizinkan dalam demo flight. "Tapi pilot harus diberi peringatan agar tidak lalai," ujarnya.

MARIA YUNIAR

Berita Terkait:

Hasil Investigasi Sukhoi Besok, Dubes Rusia Hadir

KNKT Umumkan Investigasi Sukhoi Besok

KNKT Akan Segera Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi

Dua Pangkalan TNI AU Bantah Pesawatnya Jatuh

Staf Camat Cari Pesawat TNI di Gunung Raung

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat