Jakarta (ANTARA) - Bank BTN mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 27,66 persen pada ktriwulan I 2012 dibanding periode yang sama 2011, yang didorong peningkatan kredit dan perubahan struktur dana.
Dirut BTN Iqbal Latanro di Jakarta, Selasa mengatakan laba bersih meningkat dari Rp245 miliar pada triwulan I 2011 menjadi Rp313 miliar pada triwulan I 2012.
Sementara dari sisi kredit juga mengalami pertumbuhan dari Rp53,39 triliun pada 31 Maret 2011 menjadi Rp66,48 triliun pada 2012 atau tumbuh 24,51 persen. Bank BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit pada akhir tahun 2012 dapat berada pada kisaran 25 persen.
"Kredit pada triwulan I 2011 meningkat Rp6,88 triliun dibanding triwulan I 2010 Rp4,53 triliun. Untuk keseluruhan tahun akan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun lalu," katanya.
Sedangkan untuk struktur dana, menurut Iqbal, pihaknya berhasil menaikkan porsi dana murah (current account saving account/casa) - tabungan dan giro, dibanding deposito hingga 38,55 persen, sehingga bisa meningkatkan penerimaan dari bunga.
Komposisi dana pihak ketiga BTN terdiri dari tabungan Rp14,79 triliun, giro Rp9,5 triliun, sementara deposito sebesar Rp40,4 triliun.
"Kita targetkan dana murah bisa mencapai 45:55 persen, meski tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai 40:60 persen," kata Iqbal.
Menurut Iqbal, pihaknya akan terus fokus peningkatan dana murah dalam komposisi dana, karena hal ini menjadi kelemahan keuangan BTN, antara lain dengan membangun ratusan kantor kas baru dari 111 kantor kas pada akhir 2010 menjadi 351 kantor kas sampai triwulan I 2012.
"Kita akan bangun lagi 100 kantor kas baru pada tahun ini yang khusus hanya untuk urusan dana bukan untuk pemberian kredit," katanya.
Untuk aset sampai triwulan I sebesar Rp91,32 triliun tumbuh 30 persen dari asetnya pada posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp70,25 triliun.
Sementara kualitas kredit tetap berada pada posisi yang sehat dengan NPL Bank BTN per 31 Maret 2012 tercatat 2,22 persen atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar 3,39 persen.
Untuk Dana Pihak Ketiga Bank BTN tumbuh dari Rp48,40 triliun pada Triwulan I 2011 menjadi Rp64,70 triliun pada periode yang sama tahun 2012 atau tumbuh 33,67 persen.
Beberapa rasio perseroan seperti CAR, NIM dan ROE pada Triwulan I tahun 2012 masing-masing tercatat 16,89 persen, 5,93 persen, dan 17,19 persen. Rasio tersebut pada periode yang sama tahun 2011 masing-masing tercatat untuk CAR, NIM dan ROE sebesar 17,13 persen, 5,66 persen dan 15,73 persen. (ar)


