Beirut (AFP/ANTARA) Â â Kekerasan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang terjadi di Suriah pada Kamis pagi, setelah salah satu dari sekian banyak hari paling mematikan dalam 15 bulan yang menewaskan 150 orang, seperti diungkapkan sebuah badan pengawas hak-hak manusia.
Empat orang tewas di pinggiran Douma, Damaskus, ketika pasukan tentara yang mengepung kota tersebut, menghadapi perlawanan sengit dari para pejuang pemberontak, seperti diungkapkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Bentrokan juga pecah antara tentara dan pemberontak di pinggiran Sayyida Zeinab, tempat peristiwa bom bunuh diri pada 14 Juni yang merusak sebuah tempat suci Syiah, menurut badan pengawas yang berbasis di Inggris itu.
Sedangkan dibagian timur Deir Ezzor, seorang anak tewas dalam penembakan yang dilakukan salah satu dari dua orang yang tewas di tengah pertempuran sengit antara pemberontak dan tentara yang didukung helikopter di beberapa wilayah tetangga dari kota itu.
Tiga pejuang pemberontak tewas dalam bentrokan dengan pasukan tentara di pusat provinsi Homs, dan satu tentara tewas di bagian barat laut provinsi Idlib, kata Observatorium tersebut.
Di bagian selatan Damaskus, seorang warga sipil tewas dan puluhan terluka dalam serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah kota Harak, tambahnya.
Sejumlah korban tersebut muncul setelah setidaknya 149 orang, 77 diantaranya adalah warga sipil, tewas dalam kekerasan pada Rabu, sehingga itu merupakan salah satu hari paling berdarah dari pemberontakan, kata Observatorium tersebut. (ai/mp)


Yahoo! OMG