Quito (AFP/ANTARA) - Seorang turis Jerman telah ditangkap karena diduga mencoba menyelundupkan empat iguana langka dari Kepulauan Galapagos, menurut taman nasional.
Taman Nasional Galapagos mengatakan penjaga keamanan telah mencegat orang tersebut pada Senin di bandara setelah ia terlihat membawa sebuah paket mencurigakan, yang ternyata berisi empat iguana terbungkus kanvas.
Reptil bernama Galapagos land Iguanas (conolophus subcristatus), seekor spesies langka. Kadal kekuningan dapat tumbuh hingga lebih dari satu meter, yang mana si jantan beratnya mencapai 13 kilogram.
Iguana mengangkat diri mereka dari tanah untuk membiarkan pipit makan kutu dari perut mereka - pipit Galapagos yang sama yang mengilhami Charles Darwin ketika ia mengunjungi pulau-pulau pada abad 19.
Pada1976 anjing liar dihapuskan dari koloni sekitar 500 iguana di pulau Santa Cruz. Taman nasional menyelamatkan sekitar 60 korban dan meluncurkan program penangkaran untuk mencoba menghidupkan kembali spesies.
Kepulauan Galapagos, yang terletak sekitar 1.000 kilometer lepas pantai Ekuador, mendapatkan ketenaran ketika Darwin berkunjung pada 1835 untuk melakukan penelitian yang mengarah ke teori-teori revolusioner tentang evolusi.
Kepulauan tersebut menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1978 untuk tempat yang kaya tumbuhan dan kehidupan hewan baik di darat dan di laut sekitarnya.
Orang yang ditangkap pada Senin tersebut menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun jika terbukti bersalah. (ia/ml)

