Jakarta (ANTARA) - Perseroan Terbatas (PT) TVS Motor Company Indonesia mengatakan kenaikan batas uang muka atau "down payment" (DP) sebesar 25 persen tidak akan memengaruhi penjualan produk-produknya.
"Kebijakan terbaru mengenai uang muka merupakan kabar baik bagi kami dan tidak berpengaruh terhadap penjualan produk-produk kami," kata Head of Sales PT TVS Motor Company Indonesia Willy Chengappa usai acara peluncuran motor sport TVS Apache All New RTR Series di Jakarta, Senin.
Dengan adanya kebijakan tersebut, lanjut Willy, maka bank atau lembaga pembiayaan lainnya juga turut memberlakukan kebijakan uang muka yang berbeda untuk setiap merek motor.
"Jadi, sekarang kami akan sejajar dengan Jepang yang sebelumnya bisa memperoleh uang muka sebesar nol persen. Kami jadi lebih bersemangat," kata Willy.
Menurut dia, melalui kebijakan tersebut, maka persaingan antara merek Jepang dan non Jepang akan semakin berkurang karena tidak ada lagi pihak yang diistimewakan.
"Tidak ada lagi yang diunggulkan karena DP sudah sejajar. Sekarang yang ada hanyalah persaingan kualitas, dan kami siap untuk hal ini," ujarnya.
Willy menuturkan jika merek-merek Jepang, seperti Honda, Suzuki, dan Yamaha merevisi target penjualan mereka dengan adanya kebijakan baru tersebut, maka TVS tidak akan melakukan hal serupa.
"Target penjualan kami untuk tahun ini adalah 22.000 unit. Kami tidak akan merevisi target penjualan. Kami optimistis target ini akan tercapai," katanya.
Sebagai informasi, rencananya, pemerintah akan menerapkan kebijakan terkait kenaikan ambang batas uang muka (DP) mulai 15 Juni 2012. Berdasarkan kebijakan baru tersebut, maka uang muka untuk pengajuan kredit kendaraan di perbankan adalah sebesar 25 persen untuk motor dan 30 persen untuk mobil.(ar)


