UE Habiskan Rp5,7 Triliun untuk Pengembangan Indonesia

  • Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    Tempo
    Chatib Menkeu, Dahlan: Bagus Enggak dari Partai  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyambut positif ditunjuknya Chatib Basri sebagai menteri keuangan yang baru. "Bagus, apalagi dia tidak berpartai, jadi lebih independen," ujar Dahlan saat ditemui seusai acara Sarasehan Pendidikan Nasional dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Sentul International Convention Centre hari ini, Selasa, 21 Mei 2013.

  • Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    Tempo
    Gita Sebut Karen Cocok Jadi Ketua BKPM

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pengganti Chatib Basri harus bisa mengerti pembuatan lapangan kerja harus datang dari modal dalam negeri dan luar negeri.

  • SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    Tempo
    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini melantik mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri, menjadi Menteri Keuangan yang baru. Chatib menggantikan Agus Martowardojo yang akan menempati posisi baru sebagai Gubernur Bank Indonesia. 

Jakarta (ANTARA) - Organisasi antarpemerintahan Uni Eropa (UE) dan sejumlah negara anggotanya telah mengeluarkan dana sebesar 500 juta Euro (Rp5,7 triliun), selama 2010 hingga 2011, untuk memperkuat dan mendukung upaya Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan.

Duta Besar UE untuk Indonesia Julian Wilson di Jakarta, Kamis mengatakan, dana tersebut difokuskan untuk mengembangkan tiga area utama kerja sama, yaitu pembangunan, keberagaman dan demokrasi.

"Yang terpenting dalam hubungan kerja sama antara UE dan Indonesia ialah bagaimana relasi itu berubah, menjadi kemitraan yang saling menguntungkan," kata Julian Wilson dalam peluncuran Buku Laporan Tahunan Kerja Sama Pembangunan UE-Indonesia atau Blue Book 2012.

Dana pemberian sejumlah negara yang sedang dilanda krisis ekonomi global tersebut digunakan untuk membuat program pengembangan di sektor lingkungan hidup dan perubahan iklim (Rp3,36 triliun), pendidikan (Rp1 triliun).

Kemudian, pembangunan ekonomi dan perdagangan (Rp510,74 miliar), tata kelola pemerintahan (Rp339,64 miliar), kesehatan dan nutrisi (Rp311,98 miliar), air dan sanitasi (Rp283,11 miliar), serta rekonstruksi pascabencana (Rp158,3 miliar).

Sektor lingkungan hidup dan perubahan iklim menelan separuh lebih dari total pendanaan UE karena sesuai dengan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menargetkan Indonesia untuk mengurangi emisi karbon hingga sebesar 41 persen pada 2020, jika mendapat dukungan dari negara internasional.

Sementara itu Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Nasional Bappenas, Wismana Adi Suryabrata, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari rencana indikasi multi-tahunan (multi-annual indicative plan), yang disepakati pada 2011 hingga 2013.

Dalam kurun waktu tersebut, UE dan Indonesia menandatangani sejumlah kerja sama yang mencapai 200 juta Euro.

"Nilai tambah kerja sama ini adalah pada pembelajaran yang bisa dicapai pemerintah dalam meningkatkan kualitas kebijakan. Bagaimana caranya supaya produk kita bisa sesuai dengan standar di Eropa," katanya.

BPS mencatat kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Jerman mengalami defisit terbesar 283 juta dolar AS, sementara dengan Inggris mengalami surplus 138 juta dolar AS.

Selanjutnya, kedua belah pihak mengharapkan kerja sama yang semakin menguntungkan dengan menargetkan pada sektor tertentu.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat