Athena (AFP/ANTARA) - Kepala parlemen Eropa, Martin Schulz memperingatkan pada Jumat terhadap keluarnya Yunani dari zona euro, mengatakan perekonomian negara itu bisa runtuh dalam beberapa hari jika negara tersebut meninggalkan mata uang tunggal.
"Banyak orang percaya bahwa itu akan menjadi akhir dari siklus negatif, tetapi bagi saya itu akan menjadi awal dari siklus yang bahkan lebih negatif," kata Schulz lewat radio Jerman dari Athena di mana dia akan bertemu Presiden Yunani Carolos Papoulias.
Kekhawatiran keluarnya Yunani dari zona euro, melonjak setelah pemilu bulan ini yang tidak meyakinkan, melihat reaksi pemilih utama terhadap langkah-langkah penghematan menyakitkan yang diadopsi sebagai imbalan atas dana talangan besar dari Uni Eropa-IMF.
"Saya tidak mengatakan pilihan ini tidak ada, tapi saya anggap itu sangat berisiko," tambah Schulz, memprediksi perekonomian Yunani "akan runtuh dalam beberapa hari" dan melihat negara-negara Eropa terpanggil untuk memberikan miliaran dana darurat yang lebih besar.
Anggota partai Sosialis Jerman mengatakan bahwa dia tidak merasa bahwa setiap opsi telah dicoba untuk menstabilkan kondisi politik dan ekonomi Yunani, serta memperingatkan terhadap "semua orang-orang yang bertaruh pada runtuhnya zona euro".
Selama satu hari perjalanan ke Athena, Schulz juga akan bertemu Alexis Tsipras, pemimpin partai sayap kiri radikal Syriza yang mengancam akan merobek-robek kesepakatan penyelamatan Uni Eropa-IMF dan berjuang untuk memenangkan pemilu baru yang diadakan pada 17 Juni. (as/ik)


Yahoo! OMG