INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Indonesia melemah 34,7 poin atau 0,8% ke 3.945,76 pada pembukaan perdagangan Senin (21/5/2012). Volume perdagangan mencapai 229,1 juta saham senilai Rp621,1 miliar.
Pada awal sesi I tercatat 79 saham melemah, 20 saham menguat dan 46 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp25,7 miliar. Pelemahan terdalam dialami sektor properti 3,1% disusul sektor industri dasar turun 2,5%.
Bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,5%, indeks Nikkei turun 0,5%, indeks Kospi naik 0,7%, indeks Shanghai naik 0,1%, indeks STI turun 0,2%, indeks KLSE naik tipis 0,06%.
Saham yang menguat seperti saham LPKR naik 5,2% ke Rp800, BCAP naik Rp4,5% ke Rp1.150, IDKM naik Rp4,07% ke Rp4.475, ICBP naik 2,6% ke Rp5.800, ISAT naik 2,3% ke Rp4.350. Sedangkan saham yang melemah seperti saham BTEL turun 4,3% ke Rp220, JSMR turun 3,8% menjadi Rp4.950, BBCA turun 3,3% ke Rp7.300, CEKA turun 3,3% ke 2.200.
Menurut pelaku pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, setelah libur long week end, diperkirakan IHSG masih dalam kondisi tertekan. Pasalnya IHSG akan mengakumulasi penurunan Bursa Global yang terjadi selama liburannya.
Indeks diperkirakan akan bergerak dengan supportnya di 3935, dan support selanjutnya ada di level 3.889. Sedangkan untuk resistennya ada di level 4.000.
Dilihat dari weekly chart, terlihat bahwa penurunan IHSG pada pekan ini masih akan berlanjut, dengan indikator teknikal juga masih bergerak turun. Weekly MACD telah mengkonfirmasikan terjadi death cross, sedangkan weekly Stochastic juga masih bergerak turun meninggalkan overbought area.
"Diperkirakan pekan ini IHSG akan bergerak dalam kisaran 3838-4043. Ketidakpastian market dengan kecenderungan melemah, membuat investor lebih nyaman utk memegang cash. Kalaupun memaksa untuk masuk ke market dan berspekulasi lakukan dengan gaya hit & run dengan memasang stoploss yang ketat, 2-3 poin di bawah posisi buy," katanya.
Pada penutupan akhir pekan rabu lalu, IHSG ditutup turun 65.148 poin (-1.61%) ke level 3980.496, dimana Asing mencatatkan net sell sekitar Rp700 miliar. Sementara itu, pada jum'at pekan lalu Bursa Eropa dan Wall Street masih ditutup turun di bawah 1,5%.
Pasar masih mengkhawatirkan kondisi zona Eropa, khususnya Yunani yang berpotensi kuat meninggalkan Euro, disamping memburuknya kesehatan sistem perbankan Spanyol setelah Moody's mendowngrade 16 bank Spanyol pada Jumat lalu.


