Nancy (AFP/ANTARA) - Mantan pemain timnas Perancis, Tony Vairelles, dan tiga saudaranya akan menghabiskan perayaan Tahun Baru di balik jeruji besi setelah pengadilan banding menolak permintaan pembebasan mereka, pada Rabu.
Vairelles dan saudaranya -- Giovan, Jimmy dan Fabrice -- telah dipenjara sejak akhir Oktober setelah didakwa atas percobaan pembunuhan saat melakukan penembakan sebuah klub malam. Mereka menyangkal tuduhan itu.
Keempat pria itu sebelumnya membuat dua permohonan agar dibebaskan, namun keduanya juga ditolak.
"Kami kira sudah cukup. Kami sedang diseret ke dalam lumpur," kata ayah mereka, Guy, setelah mendengar keputusan itu, Rabu.
"(Hakim) hanya melihat pernyataan dari tukang pukul, bukan keanehan dalam kasus ini."
Tiga penjaga terluka setelah penembakan yang terjadi di luar sebuah klub malam di pinggiran timur kota Nancy, Perancis.
Menurut polisi, Jimmy (20), dan Giovan (30), diusir keluar dari klub malam Essey-les-Nancy, setelah sebuah perselisihan. Tetapi ia kemudian kembali dengan Tony (38) dan Fabrice (40).
Mereka dilaporkan menyerang penjaga menggunakan pemukul bisbol dan rantai logam, sebelum melepaskan tembakan.
Vairelles lahir di Nancy, dan menjadi bintang klub lokal AS Nancy, sebelum menjadi terkenal dengan bergabung Lens dan Lyon.
Dia memenangkan gelar liga Prancis bersama Lens pada 1998 dan dengan Lyon pada 2003, serta sempat delapan kali memperkuat timnas Prancis.
Vairelles kemudian menjadi pemegang saham mayoritas di klub divisi tiga Gueugnon, yang dilikuidasi awal tahun ini.


Belum ada komentar