Vatikan Kecam Serangan Gereja di Kenya dan Nigeria

Kota Vatikan (AFP/ANTARA) - Vatikan mengecam serangan terhadap warga Kristen di Kenya dan Nigeria pada Minggu yang menewaskan sekitar 20 orang, menyebut hal itu sebagai tindakan "teroris" dan menyerukan pengendalian terhadap siklus kekerasan.


"Serangan-serangan teroris terbaru di Kenya dan Nigeria pada perayaan Kristen adalah tindakan mengerikan dan keji," kata juru bicara Vatikan Federico Lombardi.


"Kita harus mendekat ke korban dan masyarakat yang menderita saat dengan damai merayakan iman yang menginginkan kasih dan perdamaian untuk semua," katanya.


"Kita harus mendorong seluruh penduduk .... untuk tidak menyerah pada godaan, jatuh ke dalam lingkaran kebencian," tambahnya.


Penyerang bersenjentakan bom dan senapan, menembaki umat saat melakukan kebaktian dalam gereja di Universitas Nigeria pada Minggu, menewaskan sekitar 20 orang.


Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, meskipun serangan itu mirip dengan yang dilakukan oleh kelompok Islam Boko Haram.


Dalam serangan terpisah di Nairobi, Kenya, seorang pria meledakan granat saat kebaktian gereja, menyebabkan kekacauan dan menewaskan seorang umat.


Nairobi dilanda serangkaian ledakan tidak bertanggung jawab sejak akhir 2011, pejabat Kenya menyalahkan kelompok Islamis Shebab dari Somalia yang diduga terkait Al-Qaeda. (yg/pt)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.