Hanoi (AFP/ANTARA) – Vietnam pada Senin memangkas tingkat suku bunganya untuk keenam kalinya pada 2012, dalam sebuah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada fase terlemah seama lebih dari satu dekade.
Langkah tersebut diambil saat perekonomian yang dijalankan komunis berjuang dalam menghadapi kekacauan dalam sektor perbankan domestik, gagalnya investasi langsung asing dan memburuknya masalah keuangan di beberapa perusahaan milik negara itu.
Bank Negara Vietnam memangkas tingkat pendanaan, yang dikenakan atas pinjaman ke beberapa bank komersial, menjadi sembilan persen dari 10 persen. Keputusan yang diumumkan pada akhir pekan ini, diberlakukan pada Senin.
Tingkat pemotongan harga diturunkan menjadi tujuh persen dari delapan persen.
“Aktivitas bisnis dan produksi menghadapi kesulitan yang disebabkan lemahnya daya beli pasar dan cadangan yang besar,” ujar bank dalam sebuah pernyataan.
Vietnam memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,2 persen untuk 2012, tingkat terendah dalam 13 tahun.
Pada waktu yang sama, inflasi dalam enam bulan mencapai 7,08 persen pada November di setiap tahunnya.
“Keputusan tersebut bertujuan untuk membantu mengatasi kesulitan bisnis dalam memperoleh pinjaman,” ujar seorang manajer di bank Hanoi, yang tidak ingin disebutkan namanya.
Perusahaan-perusahaan di Vietnam tidak tampil baik pada tahun ini, yang mengarah pada kesulitan dalam sistem perbankan, ujarnya kepada AFP.
Namun “situasi tidak dapat membaik dalam jangka pendek,” tambahnya.(dh/ml)


