TEMPO.CO, Jakarta - Pasokan penyelundupan narkoba terus meningkat tiap tahun di Rusia. Sasaran para pengedar dan penjual narkoba juga mengarah ke kalangan anak muda. Badan Pengawas Narkotik Federal Rusia melakukan berbagai pendekatan untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar dan penjual narkoba internasional, termasuk mereka yang menjadikan Rusia sebagai transit penyelundupan narkoba ke negara-negara Barat.
»Setiap tahun terdapat sekitar 200 ribu kejahatan yang terkait dengan narkoba,” kata Vladimir Kalanda sebagai Wakil Pertama Ketua Badan Pengawasan Narkotik Federal Rusia kepada Tempo di sela International Drug Enforcement Conference (IDEC) ke-29 di Nusa Dua, Bali, pekan lalu. Berikut ini petikan wawancaranya.
Bagaimana kebijakan pemerintah Rusia untuk memerangi narkotik?
Seperti juga di Indonesia, masalah ini adalah masalah yang kompleks, mulai penanganan terhadap kejahatannya hingga masalah penyalahgunaannya. Saya baru saja bertemu dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere dan mendapat gambaran bahwa perdagangan narkoba di sini terutama adalah jenis sabu-sabu. Sedangkan di Rusia masalah utamanya adalah peredaran heroin yang dipasok dari Afganistan.
Seberapa besar pasokan heroin?
Kami melihat ada peningkatan jumlah produser heroin di Afganistan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya perwira militer dari pasukan Amerika bersama-sama pasukan lain di Afganistan tidak melakukan langkah apa pun untuk menangkal ancaman (narkoba) tersebut. Bila kami menghitung dari data federasi Rusia, setiap tahunnya terdapat sekitar 200 ribu kejahatan yang terkait dengan narkoba. Kelompok kejahatan yang terkait dengan penyelundupan obat semakin meningkat dengan melibatkan kelompok etnis dari Ukraina, Tajikistan, dan Uzbekistan. Tahun lalu, 2011, kami mengamankan 69 ton narkoba dari berbagai jenis.
Jadi apa harapan Anda kepada forum ini?
Jadi gagasan utama kami mengikut forum ini adalah untuk bersama-sama dengan partner kami melawan penyelundupan narkoba. Kami pun harus bersama-sama melihat situasi terakhir di Afganistan karena, menurut informasi yang kami dapatkan, akan ada peningkatan jumlah narkoba dari Afganistan karena krisis di Amerika Latin. Kartel narkoba bersembunyi di perbatasan Iran dan Afganistan. Pandangan ini sudah mendapat dukungan dari negara-negara yang hadir.
Kami juga datang ke sini karena ini merupakan forum reguler untuk membahas masalah kerja sama yang pada tahun berikutnya akan berlangsung di Rusia. Jadi, kami belajar dari Indonesia tentang apa saja yang mesti dilakukan untuk menyukseskan forum seperti ini. Kami juga akan menandatangani kerja sama bilateral dengan Indonesia.
Apakah Anda melihat adanya komitmen yang kuat dari negara-negara yang hadir?
Ya, tentu saja kami juga melihat pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan (mengenai kondisi Afganistan) juga dipertanyakan oleh negara-negara yang lain. Ada kemungkinan pula untuk mengantisipasi peningkatan produksi heroin dan kokain dari Amerika Latin.
Apakah negara Anda punya strategi tertentu untuk membuat anak-anak muda tidak terpengaruh narkoba?
Sejak 2009, negara kami memiliki program rehabilitasi bagi pecandu. Tapi di sisi lain, jumlah pecandu semakin meningkat. Sayangnya lagi, kebanyakan adalah anak muda di bawah 18 tahun. Tapi kami merasa ada kemajuan dalam mengatasi masalah ini. Kami sudah mencoba mengatasi pengaruh narkoba sejak di usia dini. Informasi sudah disebar ke sekolah-sekolah dasar.
Bagaimana pendapat Anda mengenai usul beberapa negara di Amerika Latin untuk melegalisasi narkoba?
Dalam konferensi ini, semua negara sepakat tidak melakukan legalisasi. Komunitas internasional melihat hal tersebut sebagai langkah yang sangat berbahaya. Di Rusia, kami hanya menerapkan legalisasi terbatas untuk kepentingan kesehatan dan harus dengan petunjuk dokter.
ROFIQI HASAN (BALI) | MARIA RITA
Biografi
Tempat dan tanggal lahir: Primorski Krai, 16 April 1960
Pendidikan:
Sarjana hukum dari Law Institute of Sverdlovsk
Phd bidang hukum
Pengalaman Kerja:
Pernah bekerja di Angkatan Bersenjata Soviet
Bekerja di bagian operasi dan pengawasan Badan Pelayanan Keamanan Federal
Hingga 1998, bekerja di departemen manajemen sumber daya manusia untuk Presiden Federasi Rusia
2005-2008: Wakil Pertama Kepala Badan Pelayanan Migrasi Federal Rusia



Yahoo! OMG