Penghargaan buat SBY

Wa Ode Desak KPK Telusuri Jatah ke Banggar

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa dugaan perkara suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah, Wa Ode Nurhayati, mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyerahkan data aliran dana kru Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat ke Komisi Pemberantasan Korupsi. "Soal nanti terbukti atau tidak, ya PPATK serahkanlah data mereka," kata Wa Ode di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 19 Juni 2012.

Politikus Partai Amanat Nasional ini meminta PPATK dan KPK tidak tebang pilih. Menurut Wa Ode, beberapa waktu lalu, PPATK sudah membenarkan ada 2.000 transaksi mencurigakan yang mayoritas di antaranya menyangkut anggota Banggar.

"Kalau PPATK bisa mengambil data transaksi pribadi saya tanpa saya sedang diperiksa KPK, maka terhadap seluruh anggota Banggar dan anggota DPR, PPATK juga harus menyerahkan datanya pada KPK," kata dia. "Sama seperti aliran duit saya untuk bumbu dapur, dalaman perempuan, diungkap semuanya dalam dakwaan."

Wa Ode menyebutkan, bagi-bagi "jatah" lumrah terjadi di Banggar DPR. "Semua sudah diplot. Tidak ada satu pun daerah yang tidak diplot (sebagai jatah pihak tertentu)," ujarnya. Kondisi itu, kata Wa Ode, terlihat dari dokumen PPID yang didapat dari laptop anggota tim ahli Banggar bernama Nando, yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penggeledahan di gedung DPR beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dalam dokumen terdapat daftar daerah-daerah penerima jatah PPID. Nama-nama daerah dalam dokumen itu terlihat diberi tanda warna, seperti merah, biru, atau kuning, ataupun diberi kode K atau P, P1, P2, P3, dan P4, yang disebut-sebut sebagai sandi untuk bos-bos Banggar, sedangkan K adalah sandi untuk pimpinan DPR.

Dalam dokumen tertulis K1 mendapat jatah proyek PPID senilai Rp 300 miliar, sedangkan K2, K3, K4, dan K5 mendapat proyek senilai masing-masing Rp 250 miliar. "Itu bukan saya yang bilang, tapi dari berita acara pemeriksaannya Nando yang mengungkap kode nama, data di ruang Banggar, dan laptop. Penyidik juga minta Nando, misalnya, menjelaskan kode TL atau Tamsil Linrung, biru, itu apa," ujarnya.

ISMA SAVITRI

Berita Terkait

Bantah Wa Ode, Marzuki Siap Sumpah Pocong

Gempita Euro bagi Tahanan di Penjara

Duit Wa Ode buat Putri Amien untuk Bayar Pakaian

Putri Amien Rais Kecipratan Duit Wa Ode?

Wa Ode Didakwa Disuap 3 Pengusaha

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat