Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Penetapan 1 Syawal Berpotensi Berbeda

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perayaan 1 Syawal 1432 H berpotensi berbeda. Perbedaan itu dipicu oleh penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal bulan tersebut.

    Hal ini disampaikan oleh peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin kepada Republika di Jakarta, Ahad (21/8)

    Bagi kalangan yang menggunakan kriteria wujudul hilal (hilal wujud di atas ufuk dengan prinsip wilayatul hukmi Indonesia), maka dipastikan Idul Fitri jatuh pada tanggal 30/8 .

    Namun, bagi kalangan yang memakai kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat), maka besar kemungkinan berhari raya pada 31/8. Pasalnya, ketinggian bulan pada 29/8 kurang dari 2 derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang.

    Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada pada di atas 2 derajat. “Jadi berpotensi berbeda,” katanya. Perbedaan itu, kata Thomas, tidak mustahil akan terulang di masa mendatang selama tidak ada kesepakatan tentang kriteria itu.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    445 komentar

    • HM Soleh  •  8 bulan yang lalu
      Selama masih bernama manusia pasti punya EGO. Dalam hal penentuan 1 Syawal insya Allah Beliau-beliau tidak mengedepankan egonya.Hanya methode yang dipakai saja yang bisa bertakibat perbedaan. Taqobalallahu minna wakinkum....
    • Muhamad  •  8 bulan yang lalu
      waduh..waduh..kok rame sendiri sih....janganlah saling menghujat, kebenaran hanya Allah yang punya....InsyaAllah semua benar karena masing-masing punya dasar. yakinlah dengan apa yang kita yakini..tidak perlu saling menjelekkan orang lain...mau pake hisab atau ru'yatul hilal monggo saja....semoga Allah menerima puasa kita tahun ini, Amin.
    • Pamungkas Saja  •  8 bulan yang lalu
      penentuan i syawal memang menjadi dasar perbedaan tapi hrs disadari sampai kapan akan berkhir. Ormas besar Islam hendak sdh saatnya saling sepakat bersama satu keputusan karna klo beda terus kasihan jamaahnya pada bingung mau diobawa kemana
    • Awang Warnadi  •  8 bulan yang lalu
      sejauh mana sih kesadaran para tokoh ormas islam di negeri ini yang mau membuat umat islam di indonesia bisa tenang dalam ber hari raya?apakah tidak ada kata sepakat dlm menentukan awal syawal?lalu buat apa menteri agama mengadakan sidang isbat.?wahai para ulama tlg kedepankan kemaslahatan umat.
    • Goefran .ibrahim  •  9 bulan yang lalu
      apa untung ruginya,semua berebut untuk benar perbedaan itu adalah biasa tapi yang luar biasa yang tidak taat dan patut pada ajaran agama selalu mencari pembenaran utk kelompoknya sementara yang jadi korban adalah ummat itu sendiri mari kita bersatu untuk kejayaan islam kedepan jangan selalu ribut masaalah penentuan 1 syawal 1432 h
    • Pelangi Pagi  •  8 bulan yang lalu
      Dari dulu sibuk utk urusan-urusan kecil and sepele, urusan besar malah nggak keurus.
    • jimmy  •  8 bulan yang lalu
      alam semesta ciptaan tuhan, semua di bawah kendali Dia. tuhan yg tdk berubah dulu sekarang dan selamanya. Matahari ciptaan tuhan tugasnya menerangi alam smesta dan bumi ini. Sedang bulan tidak punya cahaya tergantung dr matahari. bukan begitu, selamanya matahari terbit dr tiur dan tenggelam dr di barat . siapa yg bs ubah ???
    • Andi  •  8 bulan yang lalu
      Untuk direnungkan.......
      Apa yg membuat anda tertarik jadi pemeluk agama Islam,
      seandainya anda dipanggil Yang Maha Kuasa hari ini apakah anda yakin masuk surga?
      Apakah ada yg bisa menjamin kalau masuk agama Islam pasti masuk surga?
      • Paris_BomBom 8 bulan yang lalu
        Untuk anda renungkan....
        Apa yang membuat anda tertarik untuk tidak menjadi pemeluk agama Islam,
        seandainya anda dipanggil Yang Maha Kuasa hari ini apakah anda yakin masuk surga?
        Apakah ada yang menjamin, bahwa jika anda tidak masuk agama Islam, maka anda pasti masuk surga?
        -------------------------------------------------
        PS : Kok ya ada manusia kayak gini di Indonesia..... Duh.... yang kayak gini ini yang kerjaannya ngabisin subsidi negara, mending negara menyubsidi warga Indonesia yang cerdas-cerdas dan otaknya normal deh, APAPUN AGAMANYA!!!! :(
    • Goesnoer  •  8 bulan yang lalu
      Editor yang saya hormati saya mohon sebaiknya artikel ini jangan ditayangkan lagi tunggu aja langkah pemerintah ! jangan manas-manasi ummat yang ternyata kebanyakan tidak mudheng masalah hisab-rukyat ! matur nuwun !salam
    • Sutig Gno  •  9 bulan yang lalu
      whatever>>>.,<<<
    • Nasrudin  •  9 bulan yang lalu
      masalah penentuan seperti itu harusnya bisa disatukan asal tidak mengedepankan egonya wong sekarang ini banyak orang yg sok pinter........................... kita ini hidup disuatu negara dan punya pemimpin lha kalau pemimpin itu sudah mengajak beberapa fihak yg berkompeten utk memutuskannya kan harusnya sebagai warga negara yg baik harus ngikuti dooooong
      jangan menjadikan alasan perbedaan pendapat itu rahmat wong perbedaan itu disebabkan karena terlalu menonjolkan egonya dan sok pinternya itu ayolah kita ambil suatu kesepakatan denga hikmah dan pelajaran yang baik hanya karena ALLAH
    • Sjafruddin  •  9 bulan yang lalu
      Itu lagi...itu lagi...., ah msak bodo...yg penting yakin pd diri sendiri...lebih penting lagi hasil puasa setelah 1 Syawal....
    • endang  •  9 bulan yang lalu
      cape deeeeeeeeeeeeh....... punya ulama segambreng tapi nentuin 1 syawal aja ng bsa rembukan. perbedaan memang rahmat..... Tapi kalo ulamanya tidak bisa memberi pencerahan pada umat akhirnya umatnya pun bingung ndiri. Ulamanya kebanyakan main di politik sihhh...... Lupa tg jwb utama, alih2 bikin alasan masuk partai sebagai sarana dakwah.
      • Alberto Kusuma 8 bulan yang lalu
        Betul. kembalilah ke jalan yang benar. Jangan campuri urusan negara dengan agama. (bukan berarti sekuler) Kita tetap berpengang pada konstitusi aja.
      • Mulana 8 bulan yang lalu
        Begitulah kalau hidup dalam dunia tafsir,namanya tafsir bisa betul bisa tidak karena disiplin ilmunyapun dari Qur'an,Sunnah dan Hadist jadi tidak ada yg pasti.Jadi bagi ana percuma aja kita ribut tentang penentuan 1Syawal namanya aja ilmu tidak pasti........jelas tidak pasti dalam segalanya.
    • juli anto  •  9 bulan yang lalu
      harusnya para ulama n cendekiawan muslim tu tidak egois,,berikan ssuatau yg tidak membingungkan umat. saya yakin sbenarnya para ulama tu tahu mana yg lbih tepat dalam penetapan, tp hy krna keegoisan golongan yg mnyebabkan brbeda prinsip. sharusnya diambil ja metode dlu jaman Rasulullah SAW dlm menetapkan nya. tetap bersatu,,majulah ISLAM ku.
      • Cihuahua 8 bulan yang lalu
        gmana mo maju? ssama muslim ja saling bunuh!
    • zeroman  •  9 bulan yang lalu
      bangsa-bangsa lain sudah menjelajah angkasa luar, kita masih sibuk melihat hilal...
      • Mulana 8 bulan yang lalu
        Betul tuh......, tidak ada kepastian, habis tidak ada rumus yg pasti.beginilah jadinya kalau belajar dari orang yg tidak tau baca tulis
    • fajar  •  9 bulan yang lalu
      mengapa pake memakai metode hisab?
      Pertama, semangat Al Qur’an adl menggunakan hisab. Hal ini ada dlm ayat “Matahari & bulan beredar menurut perhitungan” (QS 55:5). Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bhw matahari & bulan beredar dg hukum yg pasti sehingga dpt dihitung atau diprediksi, tetp juga dorongan utk menghitungnya krn banyak kegunaannya. Dlm QS Yunus (10) ayat 5 disebutkan bhw kegunaannya utk mengetahui bilangan tahun & perhitungan waktu.

      Kedua, jk spirit Qur’an adl hisab mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? Menurut Rasyid Ridha & Mustafa AzZarqa, perintah melakukan rukyat adl perintah ber-ilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adl krn ummat zaman Nabi saw adl ummat yg ummi, tdk kenal baca tulis & tdk memungkinkan melakukan hisab. Ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dlm hadits riwayat Al Bukhari & Muslim,“Sesungguhnya kami adl umat yg ummi; kami tdk bisa menulis & tdk bisa melakukan hisab. Bulan itu adl demikian-demikian. Yakni kdg-kdg dua puluh sembilan hari & kdg-kdg tiga puluh hari”. Dlm kaidah fiqhiyah, hukum berlaku menurut ada atau tdk a&ya ilat. Jk ada ilat, yaitu kondisi ummi sehingga tdk ada yg dpt melakukan hisab, maka berlaku perintah rukyat. Sedgkan jk ilat tdk ada (sudah ada ahli hisab), maka perintah rukyat tdk berlaku lagi. Yusuf Al Qaradawi menyebut bhw rukyat bukan tujuan pada dirinya, melainkan hanyalah sarana. Muhammad Syakir, ahli hadits dari Mesir yg oleh Al Qaradawi disebut seorang salafi murni, menegaskan bhw menggunakan hisab utk menentukan bulan Qamariah adl wajib dlm semua keadaan, kecuali di tempat di mana tdk ada orang mengetahui hisab.

      Ketiga, dg rukyat umat Islam tdk bisa membuat kalender. Rukyat tdk dpt meramal tanggal jauh ke depan krn tanggal baru bisa diketahui pada H-1. Dr.Nidhal Guessoum menyebut suatu ironi besar bhw umat Islam hingga kini tdk mempunyai sistem penanggalan terpadu yg jelas. Padahal 6000 tahun lampau di kalangan bangsa Sumeria telah terdpt suatu sistem kalender yg terstruktur dg baik.

      Keempat, rukyat tdk dpt menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat memaksa umat Islam berbeda memulai awal bulan Qamariah, termasuk bulan-bulan ibadah. Hal ini krn rukyat pada visibilitas pertama tdk mengcover seluruh muka bumi. Pada hari yg sama ada muka bumi yg dpt merukyat tetp ada muka bumi lain yg tdk dpt merukyat. Kawasan bumi di atas lintang utara 60 derajad & di bawah lintang selatan 60 derajad adl kawasan tdk normal, di mana tdk dpt melihat hilal utk beberapa waktu lamanya atau terlambat dpt melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan lingkaran artik & lingkaran antartika yg siang pada musim panas melabihi 24jam & malam pada musim dingin melebihi 24 jam.

      Kelima, jangkauan rukyat terbatas, dimana hanya bisa diberlakukan ke arah timur sejauh 10 jam. Orang di sebelah timur tdk mungkin menunggu rukyat di kawasan sebelah barat yg jaraknya lebih dari 10 jam. Akibatnya, rukyat fisik tdk dpt menyatukan awal bulan Qamariah di seluruh dunia krn keterbatasan jangkauannya. Memang, ulama zaman tengah menyatakan bhw apabila tjd rukyat di suatu tempat maka rukyat itu berlaku utk seluruh muka bumi. Namun, jelas pandangan ini bertentangan dg fakta astronomis, di zaman sekarang saat ilmu astronomi telah mengalami kemajuan pesat jelas pendpt semacam ini tdk dpt dipertahankan.

      Keenam, rukyat menimbulkan masalah pelaksanaan puasa Arafah. Bisa tjd di Makkah belum tjd rukyat sementara di kawasan sebelah barat sudah, atau di Makkah sudah rukyat tetp di kawasan sebelah timur belum. Sehingga bisa tjd kawasan lain berbeda satu hari dg Makkah dlm memasuki awal bulan Qamariah. Masalahnya, hal ini dpt menyebabkan kawasan ujung barat bumi tdk dpt melaksanakan puasa Arafah krn wukuf di Arafah jatuh bersamaan dg hari Idul Adha di ujung barat itu. Kalau kawasan barat itu menunda masuk bulan Zulhijah demi menunggu Makkah padahal hilal sudah terpampang di ufuk mereka, ini akan membuat sistem kalender menjadi kacau balau........
      • Goesnoer 8 bulan yang lalu
        Masyaalloh, anda menganggap Sunnah Rasululloh itu hanya cocok untuk ummat zaman dahulu yang butahuruf ? Asytagfirulloh ! laknatulloh 'alaika ! Man rhoghiba 'an sunnati fa laisa minni (sabda rasul !)
      • Goesnoer 8 bulan yang lalu
        yang kacau balau itu otak anda ! anda tidak paham aplikasi firman Alloh Robbu al-masyriqoini wa robbu al-maghribaini ! belajar lagi astronomi le !
      • Goesnoer 8 bulan yang lalu
        Inilah ayat yang menjadi bukti Mu'jizat rasululloh adalah Al-qur'anul kariem, untuk memahaminya ayat "Robbu-almasyriqoini wa robbu al-maghribaini diperlukan waktu 1400 tahun lebih ! baru manusia modern bisa memahaminya ! Diperlukan Astrofisika, Cosmografi, Mathematics, Bahasa Arab, Ushul Fiqh dan ilmu-ilmu penunjang lainnya ! Contoh : Alloh berfirman : kholaqo al-insaana min 'alaq anda tafsirkan : Alloh menciptakan manusia dari segumpal darah ! (periksa tarjamah Dep.Agama RI) itu terjemahnya orang tolol yang ndak ngerti ilmu bedah n ginekologi, anatomi tauu ! dasar jahil murokkab " Laa tadriy annaka laa tadriy !!
    • fajar  •  9 bulan yang lalu
      rukyat tdk dpt memberikan suatu penandaan waktu yg pasti & komprehensif. & krn itu tdk dpt menata waktu pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras diseluruh dunia. Itulah mengapa dlm upaya melakukan pengorganisasian system waktu Islam di dunia internasional sekarang muncul seruan agar kita menggunakan hisab & tdk lagi menggunakan rukyat. Temu pakar II utk Pengkajian Perumusan Kalender Islam (Ijtima’ al Khubara’ as Sani li Dirasat Wad at Taqwimal Islami) tahun 2008 di Maroko dlm kesimpulan & rekomendasi (at Taqrir al Khittami wa at Tausyiyah) menyebutkan: “Masalah penggunaan hisab: para peserta telah menyepakati bhw pemecahan problematika penetapan bulan Qamariah di kalangan umat Islam tdk mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dlm menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaan hisab utk menentukan waktu-waktu shalat”.
    • Johny Lumintang  •  9 bulan yang lalu
      Lebaran sebentar lagi, mari kita bikin maksiat lagi, krn kita sdh fitri habis puasa, halal bikin maksiat lagi, ntar kalau sdh puasa tahun depan FITRI(SUCI) LAGI. ALHAMDULILAH
    • Budi  •  9 bulan yang lalu
      Semua senang kalau dinyatakan benar dalam perhitungan 1 Syawal apakah itu Rukyat atau Hisab. Adanya perbedaan dalam melihat dan menghitung posisi bulan Ini menunjukkan kesombongan dari para ulama. Tidak ada yang ingat bahwa yang penting dan diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasullulah adalah bersilaturahmi, berkumpul dan shalat bersama setelah 1 bulan melaksanakan puasa untuk melatih kesabaran, tenggang rasa dan pengendalian diri sehingga ingat kembali fitrah dari manusia. Wahai para ulama janganlah bersikap sebagai pemimpin umat yang merasa harus diturut, tetapi sebagai pemimpin yang memberikan keteduhan hati dan kesejahteraan bagi umat manusia. Perbedaan hanya melemahkan kita dan memungkinkan dimanfaatkan oleh pihak lain.
    • fajar  •  9 bulan yang lalu
      GOESNOER kok sekarang diam aza sih...mana suaramu GOES??? kayaknya GOESNOER dah pingin ikut lebaran yg tgl 30 nih.....welcome to pencerahan GOES......
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat