INILAH.COM, Jakarta - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menegaskan bahwa pemerintah akan tetap memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia apapun kondisinya.
Hal ini terkait perkiraan kuota BBM bersubsidi yang diperkirakan akan habis pada pertengahan Desember 2012.
“Pemerintah kemarin sudah bersepakat, apapun yang terjadi kita harus memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Bahwa kita akan mengajukan ke DPR untuk mengamankan APBN nya. Jadi artinya, beres apa tidak di DPR, apapun yang terjadi di lapangan kita harus penuhi,” ujar Rudi seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Terkait kekurangan kuota tersebut, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang. Karena pemerintah akan memenuhi kebutuhan tersebut. "Kita akan penuhi kebutuhan BBM PSO (Public Service Obligation) tersebut. Karena bagi organisasi di pemerintah salah satunya tujuannya nomor pertama adalah memenuhi," ujar Rudi.
Rencananya, tambahan kuota BBM PSO tersebut akan diajukan pemerintah ke DPR pada bulan depan. Kuota BBM subsidi dalam APBNP sebelumnya 40 juta kilo liter. Namun karena pertumbuhkan kendaraan dan ekonomi, kuota tersebut ditambah 4,04 juta KL.
Sedangkan pada kenyataannya, kuota tambahan tersebut juga masih kurang dan akan habis pada pertengahan Desember. Oleh karena itu pemerintah mengajukan tambahan kuota sebesar 1,2 juta KL atau senilai Rp 6 triliun. [ast]


