Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, mengatakan Indonesia perlu mengembangan strategi konten informasi agar informasi tentang sektor industri Tanah Air semakin terbuka di berbagai negara tujuan ekspor.
"Ada pertempuran besar dalam hal konten, seperti misalnya dalam hal penulisan waktu GMT+7 yang ditulis adalah waktu Bangkok dan sekitarnya. Kenapa bukan Jakarta padahal kita adalah pasar terbesar khususnya di sektor telekomunikasi," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi, setelah pembukaan Rapat Koordinasi Tingkat Nasional Bidang Komunikasi dan Informatika (Rakornas Kominfo) 2012 di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, saat ini Indonesia adalah produsen terbesar dunia untuk karet olahan, minyak olahan, sepeda, dan berbagai komoditas lain tetapi sayangnya hal itu belum terkomunikasikan dan terinformasikan dengan baik di banyak negara yang potensial menjadi tujuan ekspor.
Menurut dia, sudah saatnya Indonesia mengelola informasi dengan lebih baik khususnya tentang keadaan Indonesia sendiri di negara tujuan ekspor dan lebih lanjut pada upaya pembangunan konten tentang industri Tanah Air yang lebih baik.
"Oleh karena itu peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat besar dalam hal ini untuk memantau kondisi di Tanah Air karena dengan TIK yang tepat kita dapat memantau sistem logistik," katanya.
Selain itu, TIK juga membutuhkan konten yang benar karena dengan informasi yang tepat dan benar Indonesia dapat membangun pemahaman tentang kondisi negara termasuk industrinya dengan lebih baik kepada masyarakat dunia.
Pihaknya sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengembangkan konektivitas nasional agar dapat mendukung perkembangan sektor perdagangan di Indonesia.
Namun Bayu menyayangkan industri TIK di Indonesia sendiri sampai saat ini masih berbasis impor meskipun laju pertumbuhannya semakin pesat dari tahun ke tahun.
"Sekitar 60 persen industri TIK masih berbasis impor, seharusnya kita jangan hanya menjadi pasar tapi ambil bagian. Jadi kita jangan hanya mengembangkan ICT (Information and Communication Technology) tapi juga ICS (Information and Communication System). Jangan hanya teknologinya saja yang dikembangkan tetapi juga sistemnya," katanya.(rr)


