H+5 Terperangkap

Wamenkeu: Tiga Faktor Jaga Pertumbuhan Ekonomi

  • SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    Tempo
    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.

  • Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tempo
    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    TEMPO.CO, Surakarta - Pesawat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 535 rute Solo-Jakarta gagal terbang dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo pada Minggu, 19 Mei 2013. Semestinya pesawat diberangkatkan pukul 13.45 dengan membawa 169 penumpang. Tapi pesawat tak kunjung berangkat karena ada kendala teknis.

  • 5 Negara dengan Beban Utang Terberat

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Di antara 50 negara dengan perekonomian terbesar, berikut ini lima di antaranya yang paling "ditunggangi" oleh utang berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF). Lebih besar kewajiban ketimbang pendapatan nasional.Siapa negara dengan beban utang paling berat? Berikut ini daftar yang dikompilasikan oleh Motley Fool:5. IrlandiaRasio utang terhadap GDP: 122 persen Untuk mengurngi beban pembayaran utang, tentu saja Irlandia harus mendongkrak pendapatannya. Namun sayang, data

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan tiga faktor dominan yang dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dari krisis yang terjadi di Eropa.

Faktor itu adalah menjaga konsumsi masyarakat, mendorong sektor investasi dan mempercepat realisasi belanja pemerintah, katanya di Jakarta, Kamis.

"Kalau ini bisa dijaga semua, implikasi dari pelemahan pertumbuhan bisa kita tahan," katanya.

Anny mengatakan adanya proyeksi yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik akan melemah harus dicermati, karena hal tersebut memperlihatkan krisis masih jauh dari berakhir.

Untuk itu, ia mengharapkan konsumsi, investasi dan belanja harus dijaga pada tingkat yang baik, sehingga angka pertumbuhan ketiga sektor itu tidak menunjukkan respon yang negatif dan menahan kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi domestik.

"Inflasi harus dijaga, kaitannya dengan harga beras yang stabil. Investasi kita pastikan benar-benar masuk dan berada pada sektor riil bukan hanya di portofolio. Selain itu, belanja modal pemerintah harus pada level yang baik di kuartal II ini," ujarnya.

Anny menjelaskan ketiga faktor ini harus berjalan secara bersamaan, karena merupakan pondasi utama perekonomian Indonesia yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.

"Tiga-tiganya harus berjalan bersama tidak bisa salah satu karena tidak akan cukup kuat pondasinya," ujarnya.

Selain itu, ketiga faktor tadi harus ditingkatkan karena ekspor dalam beberapa tahun akan mengalami pelemahan karena perekonomian negara-negara tujuan kiriman barang masih belum pulih dari krisis.

"Zona Eropa punya implikasi pada kita terutamanya pada sisi ekspor oleh karena itu komposisi lain dari pada sumber-sumber pertumbuhan yaitu investasi, belanja pemerintah dan komsumsi masyarakat harus dipastikan bekerja pada level penuh," kata Anny.

Sementara terkait realisasi belanja modal, Anny mengharapkan pada akhir triwulan II 2012, jumlah penyerapannya mencapai 20 persen atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

"Tahun lalu karena kisarannya 6-7 persen, sekarang sudah hampir 14 persen, kenaikannya dua kali lipat tahun lalu. Mudah-mudahan 20 persen dicapai pada kuartal dua yang tinggal sebulan," katanya.

Menurut dia, percepatan realisasi belanja modal sangat penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur, yang juga memberikan sumbangan terbesar pada angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Pada kuartal dua ini (dipercepat) untuk mendorong perekonomian dari sisi belanja modal yang terkait infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi kuartal dua bisa lebih tinggi dari kuartal satu, karena pada akhir tahun harus rata (pertumbuhan) 6,5 persen," kata Anny. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat