Tangerang, Banten (ANTARA) - Wakil Presiden Bediono mengajak semua pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah dan swasta untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat.
"Semua harus memiliki niat untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih mengingat air kebutuhan mendasar," kata Wapres Boediono saat memberikan sambutan dan meresmikan Proyek Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) Air Minum di Tangerang, Banten, Rabu.
Hadir dalam acara itu Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang Abdulbar Mansoer.
Dikatakan Wapres,sejak dirinya bertugas di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional masalah kebutuhan air sudah menjadi perhatiannya.
Hanya saja sampai sekarang, Wapres menilai, pencapaian kebutuhan air masih tertinggal padahal sudah banyak usaha upaya yang dilakukan.
"Upaya yang dilakukan sudah banyak tapi selalu ketinggalan dari yang diinginkan, masalahnya kebutuhan air bersih larinya lebih cepat karena jumlah penduduk bertambah lebih cepat dari kebutuhan," kata Boediono.
Dikatakan pula, koordinasi semua pihak juga dibutuhkan untuk mengejar pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs Bidang air bersih sebesar 86 persen tahun 2015.
"Sekarang ini kita baru bisa memenuhi 53 persen," kata Wapres.
Wapres juga minta agar segala bentuk peraturan di daerah yang masih menghambat untuk ditinjau ulang.
"Ada kalanya peraturan yang ada sudah tidak memenuhi zaman sehingga harus ditinjau," kata Boediono.
Wapres juga minta agar pemerintah daerah untuk bisa memberikan iklim usaha yang kondusif agar investor berminat menanamkan modal bidang air bersih.
"Harus ada niat. Kalau soal air jangan main-main apalagi untuk kepentingan masyarakat," katanya
Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang Abdulbar Mansoer mengatakan selesainya pembangunan instalasi pengolahan air (IPA). Merupakan proyek kemitraan pemerintah swasta (KPS) pertama yang dilaksanakan dari 26 proyek pengolahan air yang ditawarkan Presiden Yudhoyono pada "Infrastructure Summit 2006".
"Proyek ini mendukung pemerintah dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs 2015 dalam hal target cakupan penduduk yang mendapat layanan air bersih perpipaan," katanya.
Menurutnya, dengan air bersih berkualitas layak minum itu, maka biaya yang dikenakan kepada pelanggan rata-rata hanya Rp4,5 per liter.
Nilai tersebut jauh lebih murah bila dibanding harga air minum dalam kemasan sebesar Rp2.000 per liter.
Proyek infrastruktur ini menelan investasi Rp520 miliar akan melayani lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, yaitu Pasar Kemis, Sepatan, Cikupa, Balaraja dan Jayanti.(rr)



Yahoo! OMG