Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Wapres: Parpol Harus Lahirkan Kader yang Bersih

    BERITASATU.COM - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyerukan kepada seluruh partai politik (parpol) di Tanah Air agar mampu melahirkan kader yang bersih dan berwibawa.

    Hal itu untuk terciptanya pemerintahan yang bersih dan jujur guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    "Akhir-akhir ini parpol di Tanah Air mendapatkan sorotan tajam, di tengah tingginya harapan publik terhadap penyelenggaraan negara yang efektif, efisien, bersih, transparan, dan berwibawa. Hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan," kata Boediono saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, hari ini.

    "Parpol sebagai pilar utama demokrasi dan salah satu sumber utama kepemimpinan bangsa, wajar apabila dituntut untuk menyiapkan dan menghasilkan kader-kader bangsa yang profesional, jujur, berintegritas tinggi dan berwawasan luas. Sorotan itu nampaknya menandakan bahwa harapan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi," sambungnya.

    Hadir pada acara itu Ketua Umum PPP yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali, Menko Polkam Djoko Suyanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muh Nuh, Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan ribuan kader PPP.

    Boediono mengemukakan parpol sebagai pilar utama demokrasi dituntut untuk dapat menciptakan kehidupan politik yang sehat melalui keteladanan dan pendidikan politik kepada masyarakat luas. Namun tuntutan itu belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

    "Menjawab tantangan-tantangan dan harapan seperti itu adalah pekerjaan rumah bagi partai-partai politik di Tanah Air," tegasnya.

    Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sebagai partai nasional yang membawa simbol agama Islam, kondisi ini menguntungkan perjuangan PPP.

    Namun di sisi lain PPP membawa tanggung jawab yang tidak kecil bagi kemajuan bangsa ini. Tanggungjawab itu adalah memberikan keteladanan sebagai pelopor akhlaqul karimah (akhlak yang mulia).

    Boediono mengatakan sebagai partai nasional, PPP juga diharapkan berkembang terus menjadi partai yang inklusif di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

    Menurutnya, dengan makin meningkatnya taraf pendidikan rakyat dan berkembang pesatnya kelas menengah di negeri ini, konstituen menjadi makin rasional dan makin cerdas dalam menentukan pilihannya. Dalam kondisi seperti itu hanya partai politik yang benar-benar dapat menyerap aspirasi mereka yang akan survive dan berkembang dalam jangka panjang.

    "Sebagai partai yang berlambangkan agama Islam, PPP juga menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk menunaikan perannya dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa, utamanya kerukunan antarumat beragama dan kerukunan intra umat beragama."

    Namun, Wapres mengingatkan, menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa bukan tugas PPP sendiri, tapi tugas seluruh komponen bangsa Indonesia.

    "Ingat negara kita yang sangat majemuk ini hanya akan maju bila semua unsur-unsurnya menjaga persatuan dalam kebhinekaan, bila kita saling hormat-menghormati, dan menghargai perbedaan satu sama lain," tuturnya.

    Dia mengemukakan demokrasi yang dibangun di negara ini memang masih muda. Demokrasi yang terbentuk masih terus mencari bentuknya yang pas.

    "Dalam kondisi seperti itu pembangunan demokrasi adalah proses terus menerus, tahap demi tahap menuju perbaikan."

    Namun ia berharap demokrasi tidak hanya berhenti di tingkat prosedural tetapi lebih pengembangan demokrasi substansial.

    Demokrasi substansial adalah demokrasi yang berproses berdasarkan kaidah-kaidah demokrasi yang sehat dan sekaligus dapat mewujudkan hasil dalam bentuk manfaat nyata bagi rakyat.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    24 komentar

    • Moch  •  2 bulan yang lalu
      Waktu JK wapres terasa wapres itu ada kerjanya dan aktif. Giliran Budiono sepertinya tidak ada wapres. Tersiksa oleh kasus Century, Terpuruk oleh jabatan yg tidak mampu diemban.
      • Muhamad 2 bulan yang lalu
        betul,kalau budiono dibandingkan dengan pak Jusuf kalla,budiono itu tidak ada apa-apanya,karena pak JK itu seorang pekerja keras dan jujur dan ihlas dalam membangun bangsa indonesia.
    • ep  •  2 bulan yang lalu
      Budiono bisa apa????? sok bicara tentang kaderisasi partai orang partai juga bukan...budiono hanya sebagai alat pencari uang oleh SBY makanya Budiono jadi wakil presiden....uang century itu di pakai oleh budiono dan SBY untuk kepentingan Pilpres....hanya kita saja yang lambat menterjemahkan misteri mengapa Budiono yang di pilih SBY tapi sekarang semuanya telah terkuak,.....
    • Toudani  •  3 bulan yang lalu
      Emang Ente kader bersih Demokrat ? Century, Century, Century !
    • Ketua LP2AD  •  2 bulan yang lalu
      pembelajaran politik seharusnya, dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah sebagai parameter. lah, kalau mereka tidak bagian dari lingkungan. kok, mereka bisa bicara benar atau kebenaran.

      saran saya bang budiono, mulai lah dari diri sendiri dan bersandar pada kebenaran (bukan pembenaran). agar keharmonisan itu terjaga.
    • nurs  •  2 bulan yang lalu
      Betuuullll Pak Wapres..makanya kader PD yg skrg terbelit kasus korup mulutnya disumbat pake biar jujur n ngomongnya bersih..kapan ngurus rakyat kalo ngurus partai terus....hmm.
    • Falah  •  2 bulan yang lalu
      Yang namanya BOEDIONO itu berasal dari ONO=ADA, BOEDI=BOHONG/DUSTA...
      jd artinya BOEDIONO itu adalah ada kebohongan atw pendusta pada diri BOEDIONO, gmna bisa berseru ke org lain utk jd bersih.....???!!!???
    • JINGKLONG  •  3 bulan yang lalu
      Bos bagaimana bisa bersih kalau yang maju DPR semua penumpang, bukan kader yang dididik oleh partai, yang tahu tentang idioligi partai, mereka yang jadi DPR akhirnya kaya pedagang, yang penting jadi dewan dengan gaji puluhan juta perbulan, kalau gaji selama satu tahun di pakai untuk politik uang sangat bisa, secara dagang masih untung gaji selama empat tahun. Belum lagi ditambah dengan uang fee dll, bisa bayangkan kekayaan anggota dewan yang telah menjabat selama dua periode ? Soal kesejahteraan rakyat bagi mereka BODOH AMAT. Ini yang terjadi di Indonesia tercinta, sehebat apapun program yang di tawarkan, orang tak mau melirik. masyarakat berpikir mau nyoblos orang yang mau kasih duit, masalahnya dengan kita mencoblos mereka, mereka bakal jadi orang kaya. Sementara masyarakat masih tetap hidup susah, satu contoh, Dana pendidikan 20% APBN, 20% APBD Prop. 20% APBD, tapi kenyataannya biaya sekolah masih tinggi, gedung sekolah bayak yang runtuh, Pertanyaan mereka, Kemana duit tersebut ???
    • duta  •  2 bulan yang lalu
      Bagaimana bisa melahirkan kader bersih wong yang melahirkan aja blepotan kuman dan lumpur... ooowwalahhhhh.. pripun sampaen niku lhe ngendiko mboten dipikir dulu.....
    • Pengguna Yahoo!  •  2 bulan yang lalu
      Tak usah bicara soal "melahirkan kader yang bersih" apabila Sendiri-nya belum bersih.
    • endang  •  2 bulan yang lalu
      copet teriak copet ... oh senturi bgm nasibmu ???
    • Muhamad  •  2 bulan yang lalu
      memangnya bapak (budiono) sudah bersih dari kasus korupsi bank century,jangan sampai maling teriak maling..???tolong kasus century di usut sampai tuntas..!!!
    • Laiden Haloho  •  2 bulan yang lalu
      wahhh maling teriak maling,, HAHAHAHAHAHAH
    • Asrar Karim  •  2 bulan yang lalu
      ok demi INDONESIA!
    • Neneng Tarigan  •  2 bulan yang lalu
      Wow....look who is talking...
    • Bastian  •  2 bulan yang lalu
      pak bud kalau ngomong dipikir dong,sebagai sesama org jawa "GRAYAI JITOKE DEWE" anda apa bersih??? sbb anda aktor utama kasus bank century
    • Pengguna Yahoo!  •  2 bulan yang lalu
      gimana mau bersih yang nyuruh gak bersih....................kayak nyuruh anak TK aja pak
    • Wayan Sariada  •  3 bulan yang lalu
      kalau ingin bersih, parpolnya sendiri juga harus bersih
    • Adie Kurosaki  •  3 bulan yang lalu
      pasti lah, semua kader partai itu diseleksi, ketat lagi. out put dari partai nya bersih, tapi pas input (masuk jadi pejabat real) di pemerintahan jadi kotor, permasalahannya adalah pemerintahan nya yang terlalu kotor, mau di masukin warna putih, tapi wadahnya sudah hitam melekat, mustahil akan tetap putih.
    • Qqtir  •  2 bulan yang lalu
      POLITIK MALING dan BANGSAT, rakyat kita udh MUAK dengan semua ini .........
    • Ken  •  2 bulan yang lalu
      WAPRES BUDIONO NGACA DULU KALAU NGOMONG EMANG KAMU BERSIH APA , TUGASMU APA SEBAGAI WAPRES NGGA ADA GREGETNYA SAMA AMA PRESIDENNYA LETOY .