BERITASATU.COM - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyerukan kepada seluruh partai politik (parpol) di Tanah Air agar mampu melahirkan kader yang bersih dan berwibawa.
Hal itu untuk terciptanya pemerintahan yang bersih dan jujur guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Akhir-akhir ini parpol di Tanah Air mendapatkan sorotan tajam, di tengah tingginya harapan publik terhadap penyelenggaraan negara yang efektif, efisien, bersih, transparan, dan berwibawa. Hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan," kata Boediono saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, hari ini.
"Parpol sebagai pilar utama demokrasi dan salah satu sumber utama kepemimpinan bangsa, wajar apabila dituntut untuk menyiapkan dan menghasilkan kader-kader bangsa yang profesional, jujur, berintegritas tinggi dan berwawasan luas. Sorotan itu nampaknya menandakan bahwa harapan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi," sambungnya.
Hadir pada acara itu Ketua Umum PPP yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali, Menko Polkam Djoko Suyanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muh Nuh, Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan ribuan kader PPP.
Boediono mengemukakan parpol sebagai pilar utama demokrasi dituntut untuk dapat menciptakan kehidupan politik yang sehat melalui keteladanan dan pendidikan politik kepada masyarakat luas. Namun tuntutan itu belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
"Menjawab tantangan-tantangan dan harapan seperti itu adalah pekerjaan rumah bagi partai-partai politik di Tanah Air," tegasnya.
Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sebagai partai nasional yang membawa simbol agama Islam, kondisi ini menguntungkan perjuangan PPP.
Namun di sisi lain PPP membawa tanggung jawab yang tidak kecil bagi kemajuan bangsa ini. Tanggungjawab itu adalah memberikan keteladanan sebagai pelopor akhlaqul karimah (akhlak yang mulia).
Boediono mengatakan sebagai partai nasional, PPP juga diharapkan berkembang terus menjadi partai yang inklusif di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Menurutnya, dengan makin meningkatnya taraf pendidikan rakyat dan berkembang pesatnya kelas menengah di negeri ini, konstituen menjadi makin rasional dan makin cerdas dalam menentukan pilihannya. Dalam kondisi seperti itu hanya partai politik yang benar-benar dapat menyerap aspirasi mereka yang akan survive dan berkembang dalam jangka panjang.
"Sebagai partai yang berlambangkan agama Islam, PPP juga menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk menunaikan perannya dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa, utamanya kerukunan antarumat beragama dan kerukunan intra umat beragama."
Namun, Wapres mengingatkan, menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa bukan tugas PPP sendiri, tapi tugas seluruh komponen bangsa Indonesia.
"Ingat negara kita yang sangat majemuk ini hanya akan maju bila semua unsur-unsurnya menjaga persatuan dalam kebhinekaan, bila kita saling hormat-menghormati, dan menghargai perbedaan satu sama lain," tuturnya.
Dia mengemukakan demokrasi yang dibangun di negara ini memang masih muda. Demokrasi yang terbentuk masih terus mencari bentuknya yang pas.
"Dalam kondisi seperti itu pembangunan demokrasi adalah proses terus menerus, tahap demi tahap menuju perbaikan."
Namun ia berharap demokrasi tidak hanya berhenti di tingkat prosedural tetapi lebih pengembangan demokrasi substansial.
Demokrasi substansial adalah demokrasi yang berproses berdasarkan kaidah-kaidah demokrasi yang sehat dan sekaligus dapat mewujudkan hasil dalam bentuk manfaat nyata bagi rakyat.


Berita hiburan dari Yahoo! OMG
24 komentar