Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono meminta para pemangku kepentingan untuk menyatukan pandangan dan langkah dalam membangun dan mentata perkotaan agar dalam 20 hingga 50 tahun tetap sebagai kawasan yang memadai.
"Penataan kota harus direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan konsisten dan berkesinambungan dan tidak terhenti tiap lima tahun," kata Wapres Boediono saat menyampaikan sambutan dalam memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) 2012 di Istana Wapres Jakarta, Senin.
Hadir dalam acara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri perumahan Rakyat Djan Faridz.
Peringatan HHD diselenggarakan oleh Indonesia setiap tahun dengan penyelenggara utama bergantian antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat. Puncak peringatan HHD 2012 ditetapkan Badan PBB jatuh pada 1 Oktober 2012.
Menurut Wapres, sejumlah kota di negara berkembang banyak yang tidak mampu memberi kualitas hidup yang memadai bagi penduduknya dan kondisi itu adalah nyata.
Diingatkan Boediono kalau negara berkembang tidak memiliki rencana perkotaan yang pas dan konsisten maka akan muncul suatu problem yang lebih besar yang pada akhirnya akan memunculkan akumulasi arus urbanisasi.
"Sebelum kita pada tingkat seperti itu maka perlu dipikirkan pembangunan kota di daerah untuk jangka menengah," kata Wapres.
Boediono melihat landasan utama untuk mengatasi arus urbanisasi adalah menyatukan pandangan semua pemangku kepentingan, baik kelompok pemerhati, ahli di universitas, serta pimpinan dunia usaha yang memiliki kepedulian memperbaiki tata kota.
Wapres yakin kalau semua pihak bisa menyatukan pandangan dan langkah maka penataan kota yang baik akan bisa tercapai hingga 20 sampai 50 tahun ke depan.
Sebagai penggerak perbaikan kota, kata Wapres, pemerintah bisa sebagai motornya dalam menyusun suatu cetak biru kawasan perkotaan.
"Perlu ada rambu-rambu nasional yang melandasi pembangunan kota di Indonesia yang ditampung dalam strategi pembangunan nasional untuk rencana aksi dukung bersama bukan langkah sendiri-sendiri," ujar Boediono.
Mengenai tata kota yang sudah amburadul, Wapres mengatakan, kunci perbaikan adalah penataan kembali dan yang harus di tata bukan pemukiman terlebih dahulu tapi lokasi kegiatan usaha atau ekonomi.
"Lokasi usaha itu ibarat gula kalau gula disebar ke sejumlah tempat maka semut akan datang dengan sendirinya dan menyebar," tutur Boediono.
Djoko Kirmanto mengatakan melalui peringatan HHD akan mengingatkan pentingnya perencanaan suatu kota, karena kota yang tidak terencana akan mengakibatkan pembangunan yang kacau.
"Dengan kota yang terencana, maka kota dapat melanjutkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini hingga mendatang," tukas Djoko.
Peringatan HHD 2012 di Indonesia mempunyai maksud meningkatkan kepedulian semua pihak bagi peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman lebih baik, serta mengkaji permasalahan perumahan dan pembangunan perkotaan, serta memikirkan solusi bagi pengembangan perumahan dan perkotaan berkelanjutan. (tp)



Yahoo! OMG