Perang Lawan Geng Motor

Warga Gaza Kembali Diperbolehkan Jenguk Keluarga di Penjara Israel

Jalur Gaza (AFP/ANTARA) - Sekelompok warga Palestina berkumpul pada Senin, untuk menyeberang dari Gaza dan mengunjungi kerabat mereka di penjara-penjara Israel untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.


Kunjungan mulai dilarang pada Juni 2007, mengakibatkan ratusan keluarga warga Gaza yang ditahan di penjara-penjara Israel tidak dapat bertemu dengan putra, suami, dan ayah mereka.


Rasa emosi terlihat kental tercurah di antara para kerabat tersebut, sekelompok pria dan wanita yang berangkat dari Gaza melalui perbatasan Erez menyeberang ke Israel tersebut difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC).


Di antara para penyeberang terdapat seorang ibu dari tahanan Muhammad Hamdiya, yang mengatakan bahwa dia hanyut dalam kegembiraan karena bisa melihat anaknya lagi.


"Anda tidak bisa membayangkan kegembiraan saya karena bisa melihat wajahnya lagi setelah bertahun-tahun," katanya kepada AFP.


Secara keseluruhan 24 tahanan dari Gaza akan dibesuk kerabat dekat mereka dari wilayah yang terletak di pesisir itu, kata juru bicara Dinas Penjara Israel, Sivan Weizman. Kunjungan itu berlangsung beberapa jam di penjara Ramun di wilayah selatan Israel.


Israel setuju untuk membuka kembali kunjungan untuk uji coba sebagai bagian dari kesepakatan antara otoritas penjara dan tahanan Palestina untuk mengakhiri mogok makan massal pada awal tahun ini.


Para tahanan itu menyerukan pelonggaran kondisi penahanan mereka, termasuk akses lebih besar untuk pengacara dan kunjungan kerabat, dan mengakhiri isolasi.


Palang Merah menyambut baik kunjungan tersebut, dan mengatakan bahwa pihaknya berharap akan melanjutkan hal tersebut secara teratur.


"Itu adalah langkah pertama dan kami berharap bahwa kunjungan penduduk Gaza akan dilanjutkan secara penuh," kata Juan Pedro Schaerer, ketua ICRC di Israel dan wilayah Palestina.


"Kami telah berulang kali menyerukan untuk membuka kembali kunjungan keluarga, yang merupakan sumber kebahagiaan bagi tahanan dan keluarga mereka. Di bawah hukum kemanusiaan internasional, pemerintah Israel memiliki kewajiban untuk memperbolehkan para tahanan menerima kunjungan keluarga." (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.