Penghargaan buat SBY

Warga Prancis Makin Doyan Burger: Penelitian

Prancis (AFP/ANTARA) - Prancis mungkin menganggap dirinya ibukota kuliner dunia, tetapi sebuah studi yang dirilis Selasa menunjukkan warga Prancis semakin menyukai makanan kesukaan sebagian besar warga Amerika - hamburger.


Penelitian oleh perusahaan riset pasar NPD menunjukkan warga Prancis makan rata-rata 14 hamburger per tahun per orang, lebih dari satu burger per bulan, hanya berada di belakang Inggris di Eropa, dengan 17 per orang, untuk konsumsi burger rata-rata.


Penelitian yang didasarkan pada kebiasaan konsumsi harian ribuan warga Prancis, juga menunjukkan bahwa hamburger itu semakin sering disajikan di restoran tradisional dengan layanan meja, bukan hanya gerai makanan cepat saji.


Jumlah hamburger yang dimakan di restoran tradisional naik 17 persen pada 2011 dibanding tahun sebelumnya, kata NPD, sementara secara keseluruhan konsumsi burger naik tiga persen.


"Perkembangan burger di Prancis jelas-jelas dipimpin oleh makanan cepat saji," kata Christine Tartanson, kepala divisi riset makanan NPD. "Namun berita besarnya adalah kecenderungan burger bergerak di luar cakupan makanan cepat saji."


Sejumlah restoran berkelas Paris sekarang melayani hamburger, termasuk satu dengan tiga bintang Michelin yang menawarkan burger dan kentang goreng seharga 42 euro (sekitar Rp488.000).


Dari penelitian tersebut didapat pemakan burger top lainnya di Eropa adalah Jerman, dengan 12 burger per orang per tahun, Spanyol dengan delapan burger per orang per tahun dan Italia dengan lima burger per orang per tahun. (ia/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.