Perang Lawan Geng Motor

Warga Pulau Tidung Kenang Ali Sadikin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Pulau Tidung mengharapkan pemimpin DKI Jakarta berjiwa nelayan. Mereka merasa tidak mendapatkan perhatian dari Pemda DKI selama ini. Padahal bantuan Pemda DKI sangat diperlukan bagi mayoritas warganya yang hidup sebagai nelayan.

"Kami mengharapkan pimpinan berjiwa nelayan, yang memberikan perhatian kepada nelayan," kata tokoh masyarakat Pulau Tidung, Saimun Sidiq saat bertemu dengan Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid, Kamis (28/6/2012).

Saimun meminta Hidayat agar pimpinan Kepulauan Seribu seperti Bupati, Camat dan Lurah yang nanti dipilih Hidayat jika menjadi Gubernur DKI Jakarta merupakan orang yang mencintai Kepulauan Seribu.

Saimun kemudian membandingkan kehidupan nelayan saat Jakarta dipimpin Gubernur DKI Ali Sadikin.

"Saat Bang Ali memimpin terasa banget perhatiannya, serpertinya nelayan dekat sekali sama warga, duduk sama rendah berdiri sama tinggi," kata Saimun yang disambut dengan tepuk tangan pendukung Hidayat-Didik.

Menanggapi hal tersebut, Hidayat berjanji jika ia menjabat sebagai gubernur maka akan memprioritaskan pejabat Kepulauan Seribu yang berasal dari putra daerah.

"Agar mereka bisa bekerja selama satu minggu penuh, 24 jam sehari bersama warga Pulau Seribu. Maka itu warga Kepulauan Seribu harus meningkatkan kualitasnya," imbuh Hidayat.

Sedangkan pendamping Hidayat, Didik J Rachbini mengaku sduah menyiapkan program-program pembangunan bagi Kepulauan Seribu. Ia merujuk pada program Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berhasil dijalankan warga Pulau Panggang. Program tersebut adalah budidaya ikan yang berniali jual tinggi seperti ikan Kerapu.

"Apa yang dilakukan di Pulau Panggang, bisa dilakukan di Pulau Tidung asalkan warga mau mengerjakannya," kata Didik.

Klik Juga:

  • Polda: Pesan Berantai di HP Soal Rusuh FBR-PP...
  • Nachrowi Suka Kaget Ada yang Pakai Kotak-kota...
  • Faisal: Kenapa Jakarta Utara Tidak Diperhatik...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat