Warga Rajawali Tidak Mendengar Ledakan Pesawat

Jakarta (ANTARA) - Warga Komplek Rajawali Branjangan I No 12 Lanud Halim Perdanakusuma, Zulfian (22) mengaku tidak mendengar suara ledakan saat pesawat Fokker-27 jatuh di kawasan komplek itu pada Kamis (21/6).

"Tidak terdengar suara ledakan. Saya hanya mendengar suara pesawat jatuh dan suara desingan baling-baling pesawat seperti berada di atas rumah," kata Zulfian di rumahnya, di Komplek Rajawali Lanud Halimperdanakusma, Jakarta, Jumat.

Zulfian yang rumahnya hanya berjarak empat meter dari lokasi jatuhnya pesawat yang menghanguskan delapan rumah milik anggota TNI AU itu, mengatakan, saat kejadian dirinya dan ibunya yang bernama Titin Agustiningsih tengah berada di dalam rumah.

"Ketika pesawat jatuh terasa getaran tanah seperti gempa bumi. Melihat ada kobaran api, saya langsung menyelamatkan gas yang berada di dapur untuk dipindahkan ke depan rumah karena rumahnya berada persis di belakang rumah yang terbakar," katanya.

Ia mengaku, dirinya berusaha tidak panik saat peristiwa itu terjadi dan menyiram genteng dan halaman rumah dengan air karena dikhawatirkan bahan bakar pesawat Fokker, avtur dapat mengenai rumahnya, sehingga kobaran api bisa berembet ke rumahnya.

"Ibu saya yang mengalami `shock` saat peristiwa terjadi dan terpaksa diungsikan ke rumah tetangganya. Hingga saat ini, ibu masih terlihat `shock` dan masih belum nafsu makan," ujarnya.

Ia pun menduga pesawat Fokker yang diawaki tujuh orang anggota TNI AU dan tewas itu akan jatuh di daerah pesawahan yang tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Fokker itu, namun karena kondisi angin kencang, maka pesawat terbawa dan jatuh ke pemukiman warga.

"Sejak hari Senin (18/6) angin di sekitar Komplek Rajawali cukup kencang, kemungkinan pesawat terbawa angin dan jatuh ke pemukiman warga," tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak begitu kenal dengan rumah korban yang terkena jatuhan pesawat karena rumahnya berada di belakang lokasi, terlebih rumah itu merupakan kediaman perwira TNI AU.

"Saya tidak begitu kenal dengan keluarga korban. Kita beda RT," katanya.

Pantauan ANTARA di lokasi kejadian, sejumlah keluarga korban berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Tak hanya itu, sejumlah warga juga mengabadikan lokasi pesawat itu dengan menggunakan kamera handphone.

Salah satu rumah yang digunakan untuk "play group" dan pengajian anak-anak, yang berdampingan dengan lokasi jatuhnya pesawat, tidak terbakar bagian dinding rumah maupun gentengnya.

"Ini merupakan mukzijat dari Allah," kata Zulfian.

Pesawat Fokker-27 buatan belanda itu menewaskan tujuh orang awak pesawat, yakni Mayor pnb Heri Setiawan (instruktur), Lettu pnb Paulus Adi, Letda pnb Syahroni, Kapt teknik Agus, Serma Simulato, Serka Wahyudi dan Sertu Purwo serta menewaskan empat orang warga sipil.(rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat