TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Wartawan Tribun Pekanbaru, Afrizal berhasil meraih RISTEK -MTIC Award 2012 kategori jurnalis, melalui tulisan "Dari Alam Indonesia Untuk Wanita Indonesia" dalam event yang baru pertama kali diadakan di tahun ini.
Bersama dengan kategori peneliti dan umum, penghargaan diserahkan dalam even penutupan Research, Innovation, Technologi EXpo di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (11/8/2012) rangkaian perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).
RISTEK-MTIC Award 2012 merupakan penghargaan yang diberikan Martha Tilaar Innovation Center bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi dalam upaya memotivasi peneliti, umum dan jurnalis agar dapat memadukan Indigenous Knowledge (pengetahuan leluhur), teknologi, Sumber Daya Alam Indonesia dan consumer insight dalam kegiatan penelitian dan meningkatkan kesadaran konsumen dalam pemanfaatan kekayaan alam Indonesia khususnya bidang kesehatan, obat obatan dan kecantikan (konsep green science).
Dalam tulisannya, Afrizal membahas tentang penerapan Eco Friendly pada produk Martha Tilaar yang mengangkat buah langsat sebagai bahan pencerah alami di rangkaian produk Sariayu putih langsat. Tulisan tersebut juga membahas penerapan konsep green science yang mencakup empat hal, yaitu green resources (penggunaan bahan dasar alami), green development (proses pengembangan yang ramah lingkungan), green process (proses produksi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan), dan green output (hasil atau produk yang ramah lingkungan dan aman).
Dari kalangan peneliti, award serupa juga diberikan pada Enos Tangke Arung. Peneliti Universitas Mulawarman Kaltim ini mengangkat makalah Validasi Daun Callicarpa Albida Blume, bahan herbal dalam bedak dingin suku Dayak Kaltim sebagai bahan pencerah kulit.
Penghargaan juga diberikan pada Dodi Darmakusuma dari Universitas Nusa Cendana dengan penelitian Pengembangan Ekstrak Beberapa tumbuhan kosmetik tradisional Indonesia sebagai kandidat bahan aktif Anti photoaging. Peneliti ketiga Irmanida Batubara peneliti Institut Pertanian Bogor dengan makalah Inhalasi minyak atsiri bangle untuk pelangsing. Sedangkan kategori umum, diraih Dwi Nugraheni Widayanti, ibu rumah tangga, Siti Raudoh, mahasiswi dan Ika Sari Sri Suharyanti, karyawati.
Dikatakan Founder and Chairman Martha Tilaar Group, penghargaan MTIC ini merupakan kali kedua setelah dilaksanakan lima tahun lalu 2007. Dengan tema Riset Bahan Alam Berbasis Konsep Ramah Lingkungan untuk kecantikan dan kesehatan, diharapkan meningkatkan kerja sama industri dengan akademisi dan pemerintah. Tujuannya memperdalam pengetahuan dan pemanfaatan kekayaan tanaman Indonesia hingga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konsep ramah lingkungan.
"Saya berharap hasil peneliti pemenang RISTEK-MTIC Award 2012 membuka jalan meningkatkan kesejahteraan petani lokal, lapangan kerja dan devisa negara. Karena bahan baku kosmetik dan kesehatan yang kita butuhkan ternyata bisa dimanfaatkan dari tanaman khas Indonesia," katanya.
Sementara itu Deputi Bidang Jaringan Iptek dan Staf Ahli Bidang Kesehatan dan Obat Kemenristek, Amin Soebandrio, kerjasama dengan Martha Tilaar ini karena adanya kesàmaan visi dalam pengembangan hayati Indonesia. Nenek moyang Indonesia juga sudah ratusan tahun memanfaatkan baham alami baik untuk kesehatan hingga kecantikan.
"Kita punya kesamaan pandangan kenapa harus orang luar negri yang lakukan penelitian. Sekarang bagaimana mendorong peneliti Indonesia meneliti hasil alam Indonesia," katanya.
Diharapkan Amin, kedepannya lebih banyak lagi peneliti yang ikut. Tujuannya bukan untuk mendapatkan hadiah, tapi mendorong semua peneliti menggali kekayaan Indonesia, menjadi produk berkualitas sehingga bisa digunakan bangsa Indonesia sendiri. (riz)
Baca Juga:
- Delapan Pucuk Senpi Sisa Konflik Aceh Diserahkan ke Polisi
- Pria Dibunuh Sang Wanita Diperkosa Hartanya Dirampas
- Ratusan Ton Tin Slag Tanpa Dokumen Diamankan
- Ditinggal Tarawih Dua Rumah di Takengon Terbakar



Yahoo! OMG