Waspada, Jalur Pantura Belum Sepenuhnya Siap Dilalui Pemudik

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO – Pemudik yang kelak memasuki wilayah Jawa Tengah, harus mulai menghadapi kenyataan kondisi jalan yang masih rusak atau sedang dalam perbaikan.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Didiek Tri Widodo, saat menghadiri acara dimulainya pendidikan Bintara di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Rabu (1/8), mengakui kondisi jalan di Jateng pada masa arus mudik dan lebaran ini belum sepenuhnya bisa memberi kenyamanan pada para pemudik.

''Memang ada beberapa titik yang kondisinya masih belum mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran. Antara lain seperti di jalur Pantura seperti di Brebes dan Blora, dan di beberapa lokasi di jalur selatan. Baik karena jalannya yang memang masih rusak dan sedang dalam perbaikan,'' beber Didiek.

Terhadap kondisi ini, Kapolda mengaku hanya bisa meminta instansi terkait yang bertanggung jawab untuk lebih memerhatikan masalah kelancaran arus lalu lintas selama masa atus mudik dan balik. ''Kita tidak bisa meminta mereka atau kontraktornya untuk segera menyelesaikan perbaikannya,'' ujarnya.

Namun kepada pihak terkait tersebut, Kapolda mengaku sudah meminta agar pekerjaan perbaikan dihentikan lebih dulu sejak H-5 sebelum lebaran. Demikian juga, alat-alat berat dan bahan material yang biasanya ada di pinggir jalan, untuk sementara disingkirkan.

Secara keseluruhan Kapolda menyebutkan, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif juga untuk membantu melancarkan arus lalu lintas selama musim mudik dan balik lebaran, di wilayah Polda Jateng akan didirikan 232 titik posko pengamanan. ''Posko tersebut, sebanyak 80 unit tersebar di jalur Pantura, 70 unit di jalur tengah dan 80 unit di jalur selatan,'' katanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.