Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Waspada.. Orang Kurang Berpendidikan itu Cepat Tua Lho

    REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat. Demikian menurut sebuah penelitian di Inggris yang mencakup 400 wanita dan pria.

    Bukti DNA memperlihatkan sel penuaan lebih sempurna di orang dewasa yang tidak punya kualifikasi pendidikan dibandingkan dengan mereka yang punya gelar sarjana. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity.

    Para peneliti berpikir pendidikan akan membuat orang hidup lebih sehat. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. Hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas lewat hasil penelitian ini.

    Mereka yang miskin itu cenderung merokok, kurang berolahraga dan kurang punya akses untuk mendapatkan jaminan kesehatan dibanding mereka yang kaya. Selain itu, latar belakang pendidikan cenderung menjadi faktor penentu yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mereka dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan membantu orang mengambil keputusan yang lebih bagus terkait kondisi kesehatan mereka.

    Andrew Steptoe, profesor dari University College London yang menggusung penelitian ini, mengatakan bahwa pendidikan adalah pertanda status sosial yang orang dapatkan dalam awal hidupnya. ''Penelitian kami menunjukan kondisi status sosial yang rendah itu mempercepat tumbuhnya sel penuaan,'' katanya.

    Tim peneliti Professor Stetoe mengambil sampel darah dari lebih 400 orang dewasa berumur antara 53 dan 75 tahun.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    331 komentar

    • Putri Unyu  •  8 bulan yang lalu
      tetangga saya lulusan S1 skg lnjutin S2, tp ttp ja tua...
    • Mohamad Helman  •  8 bulan yang lalu
      kalo ud tua.... ya ngaku tua aja.
    • Ahmad Kodir  •  8 bulan yang lalu
      @Reni JANGAN SOK TEU LOE ......KELIHATAN SEKALI PENDIDIKAN ANDA RENDAH ,.... RENDAH...... YANG DI BAHAS BUKAN PANJANG UMUR...TAPI BACA NIH LAGI : Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat ALIAS KELIHATAN AWET MUDA KALAU MASALAH YANG LOE BILANG UMUR NENEK LOE 100 TAHUN ITU KARENA MAKANAN DAN GAYA HIDUP OK !!!....GAK NYAMBUNG KLO OTAK LOE SEGEDE UPIL ...
    • Ahmad Kodir  •  8 bulan yang lalu
      BENAR APA YANG DI KATAKAN PENELITI JUGA !!!HASIL RESEARCH,,,... SEDANGKAN YANG DI BAWAH GUA SEMUANYA PINTER2 KARENA DI BAWAH GUA UDAH PERNAH MENELITI..... HEBAT KALIAN ...KARENA SANGAT PINTERNYA MAKA BELOM MENELITI SUDAH BISA MENILAI ITU JAWABNYA DI BILANG :HOAK, TIDAK JUGA AH..., JANGAN MENILAI BLA BLA...REJEKI DAN JODOH DI TANGAN...BLA BLE...HEBAT ....SANGAT HEBAT EGINILAH TIFIKAL INDON .... BELOM NELITI DAH MENILAI NEGATIVE DAN SOK TAU .... EMANG BODOH NI INDON...
    • biasa aja..  •  8 bulan yang lalu
      ini HOAX kayanya.. apa hub org miskin sama alzheimer..??
      klo org udh tua kena ya wajar aja..
      namanya penyakit y bs kena sapa aja..
      emang bs beli ingatan pake duit?? jadi kaya gitu br ga pikun gtu maksud loh?
    • Sugar  •  8 bulan yang lalu
      Jangan menilai orang miskin n rendahnya pendidikan akan mempercepat alzheimer ,ini analisa yang dangkal.cobalah anda lihat semua seorang korupsi,seorang pejabat yang sudah kaya raya begitu ketahuan korupsi tiba2 juga terkena alzheimer mereka itu dengan pendidikan yang tinggi lho............
    • ITA  •  9 bulan yang lalu
      CEPAT TUA ATAU GAKNYA TERGANTUNG DIRI KITA SENDIRI !!!
      GA BERDASARKAN PENDIDIKAN....SO NIKMATI HIDUP INI APA ADANYA GA USAH NEKO-NEKO & BERSYUKUR PD YG MAHA KUASA ATAS APA YG SUDAH KITA TERIMA. ITULAH KUNCI AWET MUDA YG SEBENARNYA.
    • Tara Arts  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Banyak yang gak sadar, kalau ILMU itu BEDA dengan pendidikan. Ahli apa dulu nih yang meneliti??
      Setau saya, justru penelitian dr segi psikis, dari segi kesinambungan kinerja otak, telah diketahui bahwa IQ hampir sama sekali gak berpengaruh pada kehidupan seseorang, ternyata yg paling berpengaruh adalah EQ.

      Coba tanya Manajer and di kantor, pasti Sarjana semua.. Tapi coba tanya PEMILIK PERUSAHAAN? Gak ada yang DIATAS SMA! Ga percaya? saya udah kerja di 5 perusahaan berbeda, dan begitu semua, bahkan yg terakhir, pemilik perusahaannya adalah S3 (Sukur Sempat Sekolah!) alias SD aja ga lulus. Tapi apakah mereka bodoh? TIDAK!!! Bicara mereka JAUH melebihi cara bicara Profesor sekalipun, ilmu mereka JAUH di atas ilmu Profesor sekalipun. Kog bisa begitu? Lagi2 menurut penelitian dan uji psikologis, ternyata dalam bawah sadar seseorang yang berpendidikan, mereka merasa "dikekang", tidak bebas, terorganisir sekolahan, ilmu pasti, tak abstrak dan absolut. Sedangkan orang yang mencari ilmu di "jalanan", ilmu mereka aktif, abstrak, dan mengikuti perkembangan jaman. Makanya gak heran, kita2 ini yang sarjana, kerja sama orang GA SEKOLAH, dan bukan berarti ga sekolah itu bodoh, sekali lagi, EQ nomor satu berperan di dunia ini, seseorang yg IQ tinggi tp EQ rendah, bahkan ia bisa menjadi bodoh, artinya ilmunya hanya ilmu "hafal mati", sedangkan orang dengan EQ tinggi, ilmunya adalah ilmu yang dia MENGERTI apa yg dia lakukan.

      Nah SALAHNYA kita2 sebagai "makhluk" sekolahan, udah jadi tradisi, "musti sekolah kalo gamau madesu", "kalo ga sekolah masa depan gak ada", uangkapan2 itulah yg melahirkan alam bawah sadar kita sendiri seolah2 ilmu hanya ada di sekolah, dan setelah mendapat kertas penghipnotis nomor satu di dunia bernama :" IJAZAH", seseorang merasa cukup akan ilmunya, dan berhenti BELAJAR, dan saya maksud BELAJAR yang sesungguhnya, bukan seperti paham kebanyakan orang, bahwa yang namanya BELAJAR adalah duduk manis dan telan mentah2 ucapan guru.

      Apalagi kebiasaan Copy Paste ilmu antara guru dan murid inilah penyebab ilmu mandek, ga berkembang, jadi jangan sekali lagi anda salahkan pemilik perusahaan anda yg lulusan SD itu kog dia bisa CERMAT cuma modal Street Smart, padahal anda Sarjana? Justru di pemikiran pemilik perusahaan itu terbalik, dia berpikir : "Lho, kamu belajar berbelas2 bahkan berpuluh2 tahun duduk manis, dengan satu guru tiap pelajaran/mata kuliah, dengan ruangan gak lebih dari 10x10m, dan kamu mau bilang kamu lebih pintar dari saya, yang belajar di lapangan, tanpa batas, belajar dari siapa saja yang saya temui, dunia adalah alas kelas saya, dan langit adalah batas ruangan kelas saya? NO, NO, NO" Itulah kira2 jawaban mereka, setidaknya itu jawaban Pemilim Perusahaan saya ketika saya sempat bertemu beliau. Dan entah kenapa, walau orang Street Smart ilmunya JAUUUH lebih pintar, banyak, dan BARU, mereka tidak SOMBONG. Beda dengan S3 Seperti kawan saya, melihat saya yg S1 pandangannya udah sombong betul, padahal pas ditelusuri juga ilmunya gitu2 aja, KUNO!

      Terserah apa pendapat anda, ini hanya masukan dari dimensi lain. Yang jelas buat penutupan, sya ada cerita unik : Ibu, bapak dan tante saya (mungkin juga terjadi pada keluarga anda?) reuni besar, dan ketiganya bingung sepulang reuni. Kenapa? Karena anak yang dulu pendiam, tapi juara kelas, terpisah jadi dua bagian, bagian pertama menjadi karyawan, bagian kedua nganggur! Sedangkan yang dulu ketawa ketiwi doang kerjaannya, sering bolos, sekarang naik Porsche ke pesta reuni, ngomongnya udah kaya Profesor, padahal abis SMA mereka pada langsung kerja.
      ANEH YA? Itu sudah aneh, eh abis itu saya pun reunian SMP, dan hal sama terjadi. Temen saya yang udah dianggap bakal jadi sampah masyarakat saat itu, ternyata jadi pendiri perusahaan batu bara di Kalimantan dengan omset 18 miliar per bulan!!!

      Nah saya bukan bilang pendidikan itu ga penting, TAPI, jangan puas hanya dengan pendidikan sekolah, itu baru SEUJUNG KUKU, atau anda akan dikalahkan dgn orang yg belajar di luar sana nantinya.
      • rick 1 tahun 0 bulan lalu
        benerr bgtt!!!
      • qiwil 1 tahun 0 bulan lalu
        sangat logis dan masuk akal, visi yg baik
      • wetoom 1 tahun 0 bulan lalu
        waahhhh,,,pendapat n panglaman bapak/ibuk/saudara/saudari,memang bikin inspirasi n pemikiran nya tinggi,saya setuju sekali,memang "ILMU"beda dari 'PENDIDIKAN",tapi kalau zaman skarang ini "ILMU n PENDIDIKAN"sudah dgabung,kemana aja anda melamar pkerjaan pazti yg d tanya IJAZAH n begitupula,tanpa ILMU anda akan di lecehkan,n saya sndiri berfikir kalau tahun ini saya blom juga bisa melanjutkan keperguruan tinggi berarti saya sudah ketinggalan dari teman2,ilmu teman2 saya lebih tinggi lagi sedangkan ilmu saya segini2 sja n cita2 sya ntah gmana nsip nya,,,,!!! tapi stelah baca artikel ni saya agak lega,sbar mnanti n giat berusaha walaupun trtunda,,
        tapi kebanyakan orang kalau sudah sarjana atau sdah dduk di bangku kuliah sudah songbong n tau mau lagi kenal,,,
        kalau harapan n mau nya saya,saya ingin 'ILMU PENDIDIKAN",,,,tenks info nya
    • Bedjo Ajo  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Nggak ada hubungannya, rejeki,jodoh, maut Tuhan yg tahu, orang dulu nggak sekolah umurnya panjang.
    • apple  •  1 tahun 0 bulan lalu
      hasil penelitiannya ngawur nih...nenek2 dan kakek2 di kampung yang buta huruf pada panjang umur sampai 90 tahunan.

      dan org skrg yg berpendidikan tinggi, diumur 40 an dah kelihatan kyk 60 thn karena pada stress berat
    • abcd  •  1 tahun 0 bulan lalu
      gag gitu juga ko. tergantung dari cara hidup mereka
      buktinya nenek saya, bukan dari orang kaya, tapi sekarang usianya plus minus 100 taunan, tp di usia mereka yg segitu masih terbilang spirit.
      jadi objeknya bukan jenjang pendidikan. tapi lebih ke pola hidupnya dear
      • Ahmad Kodir 8 bulan yang lalu
        JANGAN SOK TEU LOE ......KELIHATAN SEKALI PENDIDIKAN ANDA RENDAH ,.... RENDAH...... YANG DI BAHAS BUKAN PANJANG UMUR...TAPI BACA NIH LAGI : Orang yang kurang berpendidikan itu cenderung menua lebih cepat ALIAS KELIHATAN AWET MUDA KALAU MASALAH UMURNYA 100 TAHUNAN ITU KARENA MAKANAN ....GAK NYAMBUNG KLO OTAK KAYAK UPIL ...
    • Heru  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Tapi kalo menurutku..pendidikan itu ada formal dan informal....pendidikan tinggi tp setelahnya nasib menetukan lain "diam ditempat" jd strees. pendidikan yang lebih hebat itu oleh lingkungan,keadaan, lalu belajar dari semua maka mampu memecahkan kebuntuan hidup yang ada.
      Jadi kata pendidikan di sini gak MELULU dari UNIVERSITAS, AKADEMI dll. gak MELULU S1,S2...Prof.....Belajarlah dari apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan....
      • Giar 1 tahun 0 bulan lalu
        hehehe... pendidikan formal emang teori banget, tidak banyak pengaruh, cuma selembar kertas ijazah. Saya jamin, karena pengalaman sendiri, sebagian besar teori pendidikan ngga ke pake setelah lulus.
        Lho kok saya malah bahas pendidikan ya. Faktor paling besar cepat tua menurut versi saya adalah pengaruh dari makanan, stress, suka marah2 atau sedikit2 emosi, tidak ikhlas terhadap segala sesuatu yg menimpanya de el el. Hehehe.. klo pengen awet muda tertawalah dan hilangkan stress wkwkwkwkaa...
    • syfa  •  1 tahun 0 bulan lalu
      salah besar bila EQ lebih penting dari IQ ataupun sebaliknya, karena bila membandingkan mana yang lebih sukses antara profesor dan pengusaha, maka harus ditanya dulu apa hakekat dari sukses???? apakah sukses bisa dikatakan bila ada yang bisa mencari uang sebanyak2nya? atau harta dengan setumpuk gunung?

      bila sukses itu adalah harta maka yang terjadi adalah orang yang berpendidikan kaya dengan korupsinya, pengusaha kaya dengan penipuannya atau "malingnya". trus apa bedanya antara profesor dengan pengusaha bila hasilnya seperti itu. maka harus ada sinergi antara IQ dan EQ, yaitu SQ,

      sudah di dengung2kan tentang pentingnya SQ dalam diri manusia, tapi kadang kita belum sadar dengan jati diri dan maksud kita diciptakan Allah, apakah untuk korupsi atau menipu, ataupun masih banyak kejahatan2 lain, baik yang mendzolimi orang lain, alam, bahkan diri sendiri.

      mari kita renungkan bersama, jadikanlah dunia sebagai alat, bukan sebagai tujuan, jadikan lah IQ, EQ, dan SQ secara bersamaan....salam
      • Andi .M 1 tahun 0 bulan lalu
        @syfa:tujuan hidup,dr kecil belajar,cari makan,menghidupkan keluarga,menyekolahkan anak,dengan perkataan lain mampu mencari harta yang halal kalau bisa sebanyakbanyaknya.Ingat lo HALAL.Kalau harta kau dapat tidak halal juga kau akan menderita bathin sendiri ya,dimana ada pertentangan hati nuranimu.Jangan kira kau bahagia dengan harta hasil yang tidak halal,jangan kira bila kau meninggal semua dosa akan hapus begitu saja ya tanpa kau tebus.Ingat setiap perbuatan yang tidak halal harus kau tebus sendiri.Baik sekarang,nanti di kehidupan yang akan datang akan timbul dalam penderitaan sebagai orang cacat ato sakit.
      • Doddy 1 tahun 0 bulan lalu
        Setujuuuuu....Untuk hidup lebih baik dan berguna, tidak lekas tua maka kita harus memiliki IQ, EQ, SQ dan supaya lebih afdol lagi harus bertemu dengan AQuu. Btul kan ? Harus ketemu saya. :)
      • Asri 1 tahun 0 bulan lalu
        betul, saya setuju. saya S3 bidang pendidikan tapi bisnis alhmdllh sukses juga, begitu jg spritualitas selalu berusaha ditingkatkan tanpa henti. belajar seumur hidup, baik formal maupun non formal. baik aspek Akademik, pengembangan diri dan spritual. Banyak kok jalan menambah ilmu baik itu dgn mambaca, diskusi dengan yg ahli, ikut pelatihan seminar atau lokakarya dsb. yang paling penting karya nyata untuk umat manusia, karena sebanyak apapun ilmu, kurang bermanfaat jk hanya digunakan untuk kepentingan sendiri. Itulah ikhtiar kita menjadi insan kamil sebagai khalifah dimuka bumi :)
    • Menurut Saya  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Menurut saya ga juga.Soalnya orang-orang zaman dulu aja yang ga mempunyai pendidikan justru usianya lebih panjang dibanding orang-orang zaman sekarang yang pendidikannya lebih tinggi.Tingkat pendidikan itu ga menjamin usia seseorang bisa lebih panjang. Tapi, apakah otaknya terus dipakai dan diasah itulah yang bisa membuat seseorang bisa hidup lebih lama. Meskipun, sebenarnya kematian itu berada ditangan tuhan.
      • Sanbob 1 tahun 0 bulan lalu
        Walah sampean iki pie to, kok orang dulu dibilang gak punya pendidikan tinggi.

        Sampean pernah dengar yg namanya : Newton, Celcius, Amphere, Volt, Kelvin, Pascal, Hertz, Archimedes, dan banyak lagi yg lainnya.

        Lihat bangunan2 hebat dulu, seperti Piramida, Candi2, dllyg dibangun ribuan tahun yg lalu.
      • Idang 1 tahun 0 bulan lalu
        Banyak faktor yang memengaruhi usia, selain pendidikan pasti kondisi alam juga sangat berpengaruh terhadap usia harapan hidup seseorang. Dulu kan udara tidak sekotor ini, junk food juga tidak se populer sekarang.

        Masalah pendidikan tidak bisa disimpulkan begitu, dulu mungkin belum ada pendidikan formal, tapi tidak tertutup kemungkinan kalo pada jaman dulu orang2 belajar bukan lewat univ. tapi lewat lembaga2 non formal juga bisa kan.
      • Jenglot 1 tahun 0 bulan lalu
        Saya pikir orang dulu itu bukan tidak berpendidikan, tapi mereka mengenyam pendidikan secara tidak formal. Lihat saja Nabi Yusuf, jika tidak berilmu tidak mungkin mampu menciptakan piramida sebagai penyimpan makanan, bahkan teknologi refrigator (kulkas) masih belu bisa menyamai. Nabi Harun tidak mungkin mampu membuat jam menara tanpa ilmu. Atau Haman, Teknokrat sekaligus Birokrat mesir kuno itu mampu membuat menara tertiinggi di dunia yang bisa mengontrol seluruh negeri mesir.Atau orang Babilonia (Irak) tidak akan bisa membuat taman tergantung yang utuh hingga sekarang jika mereka tidak punya ilmu.
        Saya hanya ingin mengingatkan saja, persoalan umur adalah persoalan takdir (gaib). Manusia sekarang tidak bisa kita samakan dengan manusia dulu. Peradaban sekarang berbeda dengan peradaban dulu.Sistem Sosial sekarang berbeda dengan sistem sosial dulu. Umur orang sekarang berbeda dengan orang dulu, karena orang dulu berumur panjang itu diperlukan oleh peradaban dan Alloh memberikannya. Populasi manusia yang minim harus didongkrak dengan umur penghuninya yang panjang hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Jika sekarang umur manusia disamakan dengan dulu yang harus panjang, maka disitulah letak ketidak adilan, orang yang lahir ratusan tahun lalu akan dianggap manusia kuno, dan populasi manusia akan semakin bermasalah, karena kecilnya angka kematian, sementara setiap detik manusia terlahir ke muka bumi.
        Perkara pendidikan formal apakah perlu atau tidak, kita harus meniliknya dari 2 sisi, yaitu Legalitas dan substansi.
        Ilmu bukan Pendidikan, tapi pendiditkan perlu ilmu. llmu adalah intisari pendidikan, tanpa ilmu pendidikan hampa.
        Substansi dari pendidikan adalah ilmu, tapi perlu juga pengakuan (legalitas) berupa ijazah atau sertifikat.
    • Aya  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Hmmm tergantung orangnya biarpun berpendidikan tinggi kalau ngak rajin jaga

      kesehatan akan tetap jd orang penyakitan jg
    • rick  •  1 tahun 0 bulan lalu
      haha..this is rediculous!
      apa orang yg ga berpendidikan tinggi itu pasti miskin??? HELL NO!! justru orang2 sukses di dunia ini,banyak dari kalangan yg ga berpendidikan tinggi! karena mrk rajin,cerdas dan kreatif makanya bisa sukses dan ngalahin orang2 berpendidikan tinggi! sebaliknya,sarjana yg bego juga banyaaaaaakk! pengangguran pula :))
    • Mohammad Aripin  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Ya,.,Tergantung Orang yg nggak berpendidikan Juga bisa belajar dengan Alam.,.,tidak hanya orang yg bisa belajar formal saja yg bisa belajar.,.,Ingat itu,..,""
    • Andilia  •  8 bulan yang lalu
      mungkun saja itu bs terjadi,kan pendidikan punya arti yg luas.... jd salah dong "lebih cepat lebih baik"
    • Irwandi  •  1 tahun 0 bulan lalu
      terlepas dari tinggi tidaknya pendidikan, jiwa yang damai yang berumur panjang.
    • ika  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Menurut saya, penelitian yang dilakukan oleh Andrew Steptoe, profesor dari University College London bagus. hasil risetnya menunjukkan hal yang positif juga negatif. memang beliau melakukan riset di wilayah tempat ia berdomisili. beliau melakukan tugasnya sebagai seorang profesor, seorang yang mempunyai gelar pendidikan hingga level tinggi, tentu tidak mudah di capai bagi orang-orang yang hanya mendapatkannya dengan mudah tanpa proses belajar yang rajin dan tekun. Manusia diciptakan oleh sang pencipta pada dasarnya pintar. namun, kepintaran itu tidak datang dengan sendirinya tanpa adanya bantuan yaitu belajar. Memahami kata belajar tentu saja tidak saja belajar secara formal di sekolah, tapi juga belajar dari yang terdekat semasa kecil yaitu keluarga (rumah serta lingkungan sekitarnya). Faktor yang mendukung kepintaran seseorang itu terletak pada keinginan kuat dari orang itu sendiri untuk banyak belajar dari berbagai hal tentunya selain di bangku sekolah. Sekolah/Universitas hanya fasilitator bagi orang-orang yang ingin sukses selebihnya belajar secara independen dengan arahan yang diberikan oleh sumber daya manusia yang berkualitas yaitu guru/dosen. Entah ia berasal dari golongan miskin atau kaya, jika ia tidak mempunyai kemauan keras tuk belajar memahami setiap pengetahuan yang sudah Tuhan berikan, hasilnya akan berdampak pada dirinya sendiri yaitu kebodohan. Memang, hanya segelintir orang yang benar2 belajar dengan rajin dan giat tidak hanya di sekolah tapi juga di luar sekolah dengan budi pekerti yang baik serta rendah hati, tentu kepintaran, kesopanan, kebaikan akan menggeser kesombongan, ketamakan, kemalasan pada dirinya. Minusnya di Indonesia, Biaya pendidikan di Negara yang berasaskan negara hukum, yang mempunyai payung hukum dari berbagai aspek, tidak memberikan jawaban yang mengenakan bagi golongan miskin, dimana sebagian anak2 mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, namun terhambat dengan biaya yang super duper mahalnya. Padahal mereka mempunyai kepintaran dalam berpikir kritis tuk kemajuan masa depannya juga masa depan bangsa. Tidak dapat dipungkiri memang, ada sebagian orang yang hanya lulusan sekolah tingkat, SD, SMP, bahkan SMA mampu bertahan hidup dengan usahanya untuk bangkit dan maju agar menjadi sukses dikemudian hari berkat kegigihannya serta kerja keras. bahkan yang tidak sekolahpun mampu sukses tanpa sekolah secara formal, namun mereka tentunya belajar secara otodidak dengan mencari tau dengan berpikir kritis bagaimana ia bangkit dari keterpurukan kehidupan duniawi. Jadi, belajarlah selagi masih mempunyai kemauan keras untuk diri sendiri menjadi pribadi yang baik demi kelangsungan hidup yang lebih baik lagi. Banyak hal yang dapat dipelajari, jika kita mau tidak hanya di sekolah tapi juga kehidupan kita sehari-hari dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Berpikirlah kritis secara sehat dan positif
    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat