Wayan Koster: Politik Tak Ciptakan Rasa Adil

Denpasar (ANTARA) - Anggota DPR Wayan Koster menilai, kehidupan politik di Indonesia dewasa ini tidak menciptakan rasa keadilan akibat mengemukanya faktor kepentingan berbagai pihak.

"Akibat kondisi yang demikian itu menyebabkan kehidupan politik berkembang tidak sesuai harapan," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Pancamrita di Sanur, Denpasar, Minggu.

Menurut politikus asal Bali itu, kondisi tersebut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Pulau Dewata. Oleh sebab itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai Pulau Dewata ditinggalkan akibat kepentingan politik.

"Hanya dengan meningkatkan kewaspadaan dan kecintaan terhadap Bali, khususnya menyangkut seni dan budaya yang diwarisi masyarakat secara turun temurun mampu menjaga dan mempertahankan kelestarian Bali," kata pria yang dilarang bepergian ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi di Kemenpora dan Kemendiknas itu.

Koster mengingatkan, ketidakadilan pelaksanaan dalam politik menyebabkan masyarakat tidak mampu membangun peradaban politik secara baik pada masa mendatang.

Kondisi itu dikhawatirkan bisa menimbulkan berbagai permasalahan yang memberikan dampak negatif terhadap berbagai aspek pembangunan nasional.

Dalam menghadapi kondisi yang demikian itu, perguruan tinggi di Indonesia mengangkat politik sebagai salah satu disiplin ilmu untuk dipelajari dan dikaji secara akademik.

Hasil pengkajian dalam proses belajar mengajar di tingkat perguruan tinggi itu diharapkkan segera bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasayarakat sehingga ketidakadilan itu secara bertahap dapat disempurnakan.

Koster yang didampingi Pembina Yayasan Bali-India Dr Somvir dan Ketua Panitia Seminar Prof Dr I Nyoman Sirtha mendeklarasikan Pancamrita tentang prinsip untuk hidup sehat, bahagia dan sejahtera.

Seminar sehari itu menampilkan enam pembicara terdiri atas Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof Dr I Made Titib dengan makalah berjudul "Spiritual Dalam Kehidupan Sehari-Hari" Dr dr Gde Ngurah Indraguna P. MSc Akp SPGK dari dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan makalah berjudul "Makanan Vegetarian untuk Kesehatan".

Selain itu maestro seni lukis Bali yang juga pendiri dan pengelola Museum Seni Lukis Klasik Bali Dr I Nyoman Gunarsa dengan kertas kerja berjudul "Seni Lukis Spiritual". Bisnis berlandaskan spitual dibawakan oleh Merta Ada, seorang pengusaha dan penekun spiritual serta Drs I Gede Sudibya menyampaikan makalah "Politik berasarkan spritual.

Sementara Dr Somvir sendiri tampil dengan makalah berjudul `Yoga dan Ayurveda". (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.