San Francisco (AFP/ANTARA) – Yahoo! mengumumkan kepergian Ross Levinsohn, yang menjabat sebagai CEO sementara dan dianggap sebagai favorit untuk menduduki jabatan tertinggi tersebut, sebelum perusahaan itu memilih Marissa Meyer untuk menduduki jabatan CEO.
Sejumlah dokumen menunjukkan bahwa Levinsohn akan meninggalkan Yahoo! Dengan “penghargaan ekuitas” termasuk 67.000 unit saham terbatas dan 250.000 stock option. Ia juga akan mendapatkan pesangon untuk pemutusan hubungan kerja “tanpa alasan.”
Total nilai pesangon yang didapatkannya belum jelas, namun kemungkinan besar akan bernilai jutaan dolar Amerika, seperti diungkapkan berbagai laporan media.
“Ross telah melakukan pekerjaan yang hebat saat ia masih di Yahoo!,” kata seorang juru bicara perusahaan itu. “Kami mengharapkan yang terbaik untuknya.”
Levinsohn memimpin Yahoo! pada Mei setelah Scott Thompson digulingkan sebagai CEO terkait kasus resume palsu.
Karena latar belakang media yang kuat, Levinsohn dikabarkan menjadi calon kuat menjadi CEO sebelum adanya pengumuman mengejutkan pada 16 Juli yang memilih Marissa Mayer, seorang anggota inti dari tim Google, untuk menjabat.
Situs Dow Jones, AllThingsD menunjukkan sebuah email dari Mayer, yang mengumumkan kepergian Levinsohn “pada akhir Juli.”
“Ross telah menjadi seorang kontributor penting dan berkuasa di Yahoo sejak ia bergabung pada 2010,” kata email tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ross atas kepemimpinannya dan kerja kerasnya selama menjabat di Yahoo. Kontribusinya akan dikenang.” (ai/pt)

