REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Harian The Sun menurunkan laporan liputan investigasi terkait rencana yob (hooligan) Ukraina yang akan melakukan kerusuhan dalam laga lawan Inggris di Grup C Piala Eropa 2012. Milisi sayap kanan ekstrim 'The Patriot of Ukraine' telah memberi latihan militer kepada para yob di sebuah kamp pelatihan militer tersembunyi.
The Sun yang menyamar sebagai simpatisan itu berhasil merekam kegiatan pelatihan militer tersebut. Dalam laporannya berjudul 'Anarki di Ukraina', The Sun mengutip pernyataan pemimpin 'Patriot Ukraina' yang menyatakan akan menebarkan kebencian rasial kepada dunia selama perhelatan Piala Eropa 2012.
Sebanyak 3.500 anggota Patriot Ukraina menggelar kamp pelatihan militer ilegal. Patriot Ukraina mengajari para preman keterampilan berperang. Anggota Patriot Ukraina juga dijejali nilai-nilai ideologis mereka.
Patriot Ukraina mengajarkan para yob untuk melontarkan slogan-slogan supremasi kulit putih saat mereka berada di dalam stadion. Mereka juga akan melakukan demonstrasi anti-imigran di jalan-jalan.
Dmytro Semchuk, chief penghubung Patriot Ukraina, mengklaim mereka miliki jaringan hooligan sepak bola di setiap kota. Mereka mengkalim bisa langsung menggerakan massa dalam sekali kontak.
"Kami memiliki jaringan hooligan sepak bola di setiap kota yang kita bisa panggil. Kita dapat memulai perang hanya dengan satu panggilan,'' kata Semchuk. ''Di Ukraina, hooliganisme dicampur dengan politik patriotisme dan nasionalisme.''


