Liputan6.com, Jakarta: Zulkarnaen Djabar, anggota Dewan yang dijadikan tersangka korupsi pengadaan Alquran menyampaikan permohonan maaf pada DPR dan Partai Golkar yang menaunginya. Permintaan maaf Zulkarnaen itu, disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/7). Ini adalah kemunculan pertama Zulkarnaen dihadapan publik, sejak ia dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi pengadaan Alquran.
Politisi Partai Golkar ini menolak mengungkap kasus hukum yang melilitnya. Ia menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan KPK dalam pengungkapan kasus tersebut. Zulkarnen juga menilai semua proses hukum sejak awal sampai penetapan dirinya sebagai tersangka sudah sesuai prosedur dan tanpa tekanan dari pihak manapun. "Apa yang saya tahu akan saya ungkapkan ke KPK," katanya.
Jumat lalu, setelah menetapkan Zulkarnaen dan putranya Dendy Prasetya sebagai tersangka, KPK segera menggeledah rumahnya di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementrian Agama itu, kerugian negara ditaksir mencapai miliaran rupiah [baca: Nilai Suap Pengadaan Alquran Masih Dihitung].(IAN)

