90 Persen Pembaca Tidak Setuju Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota

Jajak Pendapat Yahoo!

90 persen pembaca Yahoo tidak setuju dengan pembangunan enam ruas jalan tol baru di Jakarta. Dari 6725 pembaca yang mengikuti jajak pendapat, 6060 orang tidak setuju dan hanya 537 pembaca (8 persen) yang menyetujui pembangunan jalan tol.

Jajak pendapat ini diselenggarakan pada 6 November hingga 11 November 2012. Pembaca wajib login untuk memberikan suara, dan setiap akun hanya dapat memberikan satu suara.



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun enam ruas jalan tol mulai tahun 2013. Megaproyek ini bernilai Rp 41 triliun untuk membangun jalan sepanjang 69,7 kilometer melewati Jakarta Selatan, Utara, Pusat, Timur dan Barat.

Urbanis Marco Kusumawijaya dalam blognya mengajak warga untuk mendukung Jokowi agar tetap memihak pada rakyat dan membatalkan pembangunan jalan tol.

"Penambahan jalan tol hanya sementara mengatasi kemacetan. Selanjutnya pemilik kendaraan bermotor makin banyak dan akhirnya macet lagi," kata Marga, salah seorang pembaca Yahoo menanggapi blog tersebut.

"Jalan tol dalam kota justru menambah polusi di dalam kota. Lebih baik benahi angkutan umum massal, bukannya mendidik masyarakat menggunakan kendaraan pribadi," kata Tommy, pembaca yang lain.

Kristiyono, salah seorang pembaca yang setuju dengan pembagunan jalan tol beralasan bahwa semakin banyak jalan dibuat akan membuat ekonomi tumbuh. Alasan ini dibantah Agam, pembaca yang menilai bahwa membuat jalan tol membutuhkan dana sangat besar, padahal di jalan tol itu sendiri justru sering macet.

Pembaca bernama Azzahra khawatir, pembangunan jalan dengan dana sebesar Rp 41 triliun berisiko membuka peluang korupsi. "Jokowi harus konsisten dengan janji kampanye, maksimalkan transportasi umum sehingga uang tak terhambur di jalan tol," kata dia.

Gubernur Joko Widodo sendiri mengatakan kepada Kompas.com bahwa pembangunan enam ruas jalan tol itu tidak akan membebaskan Jakarta dari kemacetan. Jokowi lebih setuju pembangunan transportasi massal, bukannya memberikan lebih banyak fasilitas untuk mobil.

Berbagai upaya penolakan dilakukan untuk mencegah pembangunan ruas tol ini. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) juga menolak rencana ini. Menurut Direktur MTI Pandit Pranggana, seharusnya pemerintah fokus pada perbaikan transportasi publik dalam kota.

Petisi untuk menolak pembangunan enam ruas jalan tol telah ditandatangani dua ribu orang (per 11 November) dan terus bertambah.

Bagaimana pendapat Anda?

Memuat...