1.000 paket ikan diserahkan kepada pelajar Bangli

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta memberikan 1.000 paket ikan kepada para pelajar SMP dalam kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan nutrisi dan kesehatan generasi muda di daerah itu.

Dalam siaran pers Diskominfo Bangli di Bangli, Provinsi Bali, Rabu, Bupati Nyoman Sedana ​​​​​mengatakan Gemarikan perlu terus ditingkatkan, mengingat ikan bahan pangan yang murah, mudah didapat, dan sumber makanan bergizi tinggi.

"Ikan mengandung omega 3 yang sangat berguna untuk kecerdasan otak, selain itu mengandung protein, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan kolesterol yang rendah," kata dia.

Ia menjelaskan pentingnya makan ikan untuk peningkatan gizi masyarakat, terutama anak-anak guna mencegah stunting, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel otak, kesehatan mental maupun fisik.

Hal itu, kata dia, dibutuhkan lebih-lebih dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Dirjen KKP: Konsumsi ikan cara termudah perangi stunting

Kegiatan Gemarikan yang dilaksanakan pada tahun ini, berupa penyerahan paket ikan segar sebanyak 1.000 paket pada siswa SMP di Kabupaten Bangli, terdiri atas SMPN 1 Kintamani sebanyak 165 sisawa, SMPN 6 Kintamani sebanyak 171 siswa, SMPN 1 Susut sebanyak 157 siswa, SMPN 1 Tembuku sebanyak 191 siswa, dan SMPN 1 Bangli sebanyak 316 siswa.

Promosi Gemarikan juga dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua Forikan Bangli Sariasih Sedana Arta, Ketua GOW Bangli Suciati Diar, Ketua Gatriwara Bangli, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangli dan Kepala Sekolah SMPN 1 Bangli.

Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli Made Alit Parwata menjelaskan Gemarikan untuk menyosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Tujuannya, ucapnya, tercipta generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

Ia menjelaskan peningkatan konsumsi ikan berdampak pada peningkatan kebutuhan produk ikan segar maupun produk olahan yang berbahan ikan.

"Hal ini sudah barang tentu akan berdampak secara tidak langsung bagi usaha dan kesejahteraan petani/kelompok budi daya ikan," ujarnya.

Baca juga: Via Gemarikan, KKP bantu 500 paket produk olahan ikan di Probolinggo
Baca juga: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai hilirisasi perikanan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel