1.000 Rumah di Palu Terendam Banjir, Ribuan Warga Terdampak

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir akibat meluapnya sungai Palu menyebabkan 1.000 rumah warga di kelurahan Lere, Baru, Ujuna, Besusu Barat, Nunu, Lolu Utara dan Lolu Selatan terendam air. Tidak kurang 5.337 jiwa dari 1.450 Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa ini.

"Situasi ini tidak bisa terhindarkan, oleh karena itu mitigasi mandiri sangat penting, supaya dampak ditimbulkan dari bencana tidak menimbulkan ancaman keselamatan jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon, Rabu (7/9). Dikutip dari Antara.

BPBD mengerahkan mobil tangki pengangkut air untuk membantu pembersihan rumah warga di sekitar bantaran Sungai Palu yang terdampak banjir.

"Enam mobil ini dua di antaranya milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu dan empat lainnya milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," lanjut Presly.

Dia menjelaskan pembersihan melibatkan personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Tagana Dinas Sosial yang saat ini telah berbagi tugas melayani delapan kelurahan terdampak banjir kiriman.

"Pascabanjir kami telah menetapkan status siaga dua hari ke depan, dan kami terus melakukan pemantauan, jangan sampai terjadi hujan di bagian hulu yang bisa menimbulkan dampak serupa," tutur Presly.

Tercatat, kurang lebih personel terlibat penanggulangan bencana di Palu 237 orang terdiri dari 10 personel Dinas Perhubungan, 22 personel BPBD, 25 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, 14 personel Satpol-PP, TNI/Polri masing-masing 20 personel, PMI dan Tagana masing-masing 50 personel, serta 26 orang mahasiswa Universitas Tadulako Palu.

Ia menambahkan banjir kiriman setiap tahun melanda sejumlah kelurahan di bagian hilir bantaran sungai Palu di saat curah hujan tinggi dalam waktu cukup panjang mengakibatkan sungai meluap karena tidak mempan menahan debit air yang banyak.

"Situasi ini tidak bisa terhindarkan, oleh karena itu mitigasi mandiri sangat penting, supaya dampak ditimbulkan dari bencana tidak menimbulkan ancaman keselamatan jiwa," demikian Presly.

Reporter: Putri Oktafiani [cob]