1.000 sak limbah batubara didatangkan bangun talut darurat di Semarang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendatangkan sebanyak 1.000 sak limbah batubara dari PLN di Kabupaten Jepara untuk membangun talut darurat pada Sungai Babon yang jebol sehingga mengakibatkan banjir di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, pada Jumat (6/1) petang.

“Alhamdulillah, dari PLN, limbah batubara yang ada di Jepara saat ini sudah dikirim dan Insya Allah hari ini juga langsung datang 1.000 sak, dan akan langsung dipasang," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat mengecek penanganan pascabanjir di Perumahan Dinar Indah, Semarang, Sabtu.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub memohon maaf kepada seluruh masyarakat Jateng atas bencana alam yang terjadi di beberapa daerah akibat cuaca buruk.

Menurut dia, bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah itu akibat tingginya intensitas hujan dan untuk mengantisipasinya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan upaya rekayasa cuaca.

“Mohon maaf kepada warga Jateng, ini bencana. Jangan menyalahkan siapa saja, kalau mau menyalahkan kami saja pimpinannya karena memang ini kelalaian kami. Dan kita berdoa semoga tidak ada hujan lagi atau hujannya benar-benar bisa diatur dengan pesawat TMC (teknologi modifikasi cuaca)," katanya.

Lebih lanjut, Wagub meminta komunikasi antarwilayah diperketat mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Dengan demikian, tindakan antisipasi dan informasi kepada masyarakat dapat lebih cepat tersampaikan.

"Ini artinya kami harus mengantisipasi, kami harus mengontrol, berkoordinasi bukan hanya yang di Kota Semarang, tapi kami juga berkoordinasi dengan Pemkab Semarang yang mana sungai-sungai di Kota Semarang ini, Demak, Kendal juga dari atas. Memang ketika ada hujan lebat di wilayah atas, kami harus saling berkoordinasi," katanya.

Selain mengecek penanganan pascabanjir, Wagub juga melihat langsung kondisi korban banjir di tempat pengungsian.

Wagub menyebut ketersedian makanan dan bahan pokok lainnya si tempat pengungsian korban banjir masih mencukupi.

Dirinya mengapresiasi masyarakat yang mau turut membantu memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok untuk para korban banjir di Meteseh.

Pemprov Jateng juga terus memberikan pendampingan kesehatan bagi para korban dan menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Dinkes Pemprov Jateng bersiaga 24 jam untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak banjir, demikian Taj Yasin Maimoen.

Baca juga: Akibat banjir satu warga Perumahan Dinar Indah Semarang meninggal

Baca juga: Petugas gabungan bantu penanganan sisa banjir di Semarang

Baca juga: Pemkot Semarang butuh pembebasan lahan untuk proyek penanganan banjir

Baca juga: Banjir Semarang, Menteri PUPR instruksikan tambah kapasitas pompa