1.060 peserta hadiri QS Higher ED Summit Asia Pacific 2022

Konferensi pendidikan tingkat tinggi se-Asia Pasifik yakni QS Higher Ed Summit Asia Pasifik 2022 yang membahas tantangan dan peluang pendidikan tinggi di Asia Pasifik dihadiri oleh 1.060 peserta.

Universitas Indonesia (UI) bersama QS merupakan tuan rumah QS Summit 2022, dengan co-host Prince Songkla University (Thailand). Event ini berlangsung selama tiga hari (8-10 November 2022) di Hotel Intercontinental Jakarta.

"Selama hampir tiga tahun menjalani pandemi Covid-19, kita menyaksikan institusi pendidikan tinggi mampu memberi penawar ataupun solusi konkret atas berbagai persoalan global. Salah satunya vaksin Covid-19, berhasil diproduksi lewat kolaborasi riset yang juga melibatkan insan pendidikan tinggi," kata Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dalam siaran pers dari UI, Kamis.

Konferensi ini dihadiri oleh 1060 peserta yang berasal dari 40 negara di seluruh dunia dengan menerapkan protokol kesehatan. Lebih dari 100 pembicara dari dalam negeri dan luar negeri berpartisipasi dalam konferensi pendidikan tingkat tinggi se-Asia Pasifik ini.

Salah seorang pembicara tersebut adalah Kay Poh Gek Vasey, pendiri MeshMinds, yang melibatkan seniman, ahli teknologi, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi semua generasi.

Ia memaparkan tentang augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan perkembangan teknologi yang belum terbayangkan sebelumnya. Pada tahun 2022, The MeshMinds Foundation bermitra dengan Meta, sehingga memungkinkan para seniman (pelukis, musisi, misalnya) menggunakan augmented reality dan virtual reality untuk membawa audiens baru ke seni pertunjukan tempo dulu.

QS Summit 2022 diselenggarakan untuk pertama kalinya secara hybrid di Hotel Intercontinental Jakarta, setelah tiga tahun diselenggarakan secara virtual akibat pandemi Covid-19. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa perlu ada upaya mengupayakan perluasan akses pendidikan yang terbuka dan setara di kawasan Asia Pasifik karena hal itu bukan hal yang sederhana.

Sehingga, berbagai upaya dan terobosan harus terus dilanjutkan, termasuk bersama-sama mengupayakan penguatan konektivitas dan kolaborasi antarperguruan tinggi se-Asia Pasifik.

"Saya juga berharap semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia akan mendapat rekognisi sebagai world class university. Kuncinya ada pada transformasi, inovasi dan kolaborasi yang terus diperluas. melalui forum ini, para akademisi dan praktisi pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dapat saling berbagi pengalaman dan strategi. Terus giatkan kerja sama agar semakin banyak perguruan tinggi berkelas dunia, dan pendidikan tinggi terjangkau bagi semua," kata KH. Ma’ruf Amin.

Baca juga: Ekonom paparkan cara keluar dari "middle income trap"
Baca juga: SKSG-UI sosialisasikan permukiman bebas asap rokok turunkan stunting

Baca juga: UI peringkat pertama di Indonesia versi QS Asia University