1.083 Putra Daerah Sulawesi Tenggara Ikut Seleksi Bintara TNI AD Tahun Angkatan 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Kendari - Panitia daerah penerimaan Bintara TNI Angkatan Darat (AD) di Kendari akan menyeleksi 1.083 calon tentara angkatan tahun 2021. Proses seleksi dilakukan transparan dan obyektif di di bawah pengawasan Korem 143 Halu Oleo.

Pelaksana Harian Kapenrem 143 Halu Oleo, Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan awal kegiatan penerimaan calon Bintara tahun ini, Korem 143/HO menggelar penandatanganan Pakta Integritas. Selanjutnya, pengarahan orangtua dan peserta serta panitia seleksi penerimaan di Sub Panda Kendari.

"Diikuti 1.083 calon dan secara virtual di monitor langsung oleh Pangdam XIV/Hsn (Mayjen TNI Mochammad Syafei Kasno) dan Kasdam XIV/Hsn (Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilintin)," ujar Rusmin, Jumat (27/8/2021).

Jumlah sebanyak ini, terdiri dari wilayah Kolaka 255 orang, Buton 329 orang, Kodim Muna 159 orang, Kendari 312 orang dan Butur 28 orang.

"Sebagian peserta mengikuti secara virtual di lapangan apel Korem 143 Halu Oleo dan sebagian kecil ikut dengan panitia di A. Jenderal Sudirman, karena protokol kesehatan,"ujar Rusmin.

Rusmin melanjutkan, mengikuti arahan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan Pangdam XIV Hasanuddin, penerimaan prajurit harus dilaksanakan secara ketat, obyektif, transparan, jujur dan berkeadilan.

"Untuk menjamin itu, maka Komandan Korem 143 Halu Oleo Brigjen TNI Jannie A. Siahaan melakukan penandatanganan pakta integritas dan menemui langsung orang tua pendaftar," katanya.

Pesan Danrem 143 Halu Oleo

1.083 Putra  Daerah Sulawesi Tenggara Ikut Seleksi Bintara TNI AD Tahun Angkatan 2021.(Liputan6.com/Dok Korem 143 Halu Oleo)
1.083 Putra Daerah Sulawesi Tenggara Ikut Seleksi Bintara TNI AD Tahun Angkatan 2021.(Liputan6.com/Dok Korem 143 Halu Oleo)

Dalam kesempatan ini, Danrem menegaskan jika yang melanggar seperti berbuat curang dan penyuapan, maka yang menerima atau menyuap akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Termasuk, jika nanti anaknya lulus pun, kemudian akan diajukan untuk dikeluarkan, karena prosesnya dapat dikategorikan melanggar dan berbuat curang," kata Danrem.

Sebagaimana disampaikan Rusmin, dalam pengarahannya kepada yang hadir, Danrem 143/HO menegaskan bahwa seleksi calon prajurit tidak hanya ketat tapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum baik di dunia maupun akhirat.

"Hal ini perlu saya tegaskan agar tidak ada yang mencoba, jika ada oknum yang mencoba - coba semuanya akan di proses hukum sesuai aturan, baik dari pihak oknum penerima dan orang tua/wali yang memberikan," lanjut Danrem.

Kuota Sultra

1.083 Putra  Daerah Sulawesi Tenggara Ikut Seleksi Bintara TNI AD Tahun Angkatan 2021.(Liputan6.com/Dok Korem 143 Halu Oleo)
1.083 Putra Daerah Sulawesi Tenggara Ikut Seleksi Bintara TNI AD Tahun Angkatan 2021.(Liputan6.com/Dok Korem 143 Halu Oleo)

Untuk diketahui, animo seleksi penerimaan calon Bintara PK TNI AD di wilayah Sultra secara online sejumlah 2.933 orang dan hanya akan meloloskan 60 orang yang akan mengikuti pendidikan dengana alokasi Kolaka 12 orang, Buton 14 orang, Muna 7 orang, Kendari 20 orang dan Butur 7 orang.

"Seleksi ini merupakan jalur pengabdian kepada negara, dengan demikian diharapkan Sub Panda Kendari mengirimkan wakil - wakil terbaiknya untuk menjadi Prajurit TNI AD," katanya menambahkan.

Selesai pengarahan Danrem, kepada Panitia, peserta dan orang tua calon juga dipaparkan Kasipers Kasrem 143/HO Kolonel Arh Saptarendra tentang ketentuan dan mekanisme penyelenggaraan kegiatan penerimaan yang akan digelar mulai tanggal 28 Agustus s.d 7 September 2021 itu.

"Selama pelaksanaan kegiatan, peserta hanya mengenakan gelang barcode dan kode unik yang berbeda setiap harinya,"tegas Sapta

Serta, lanjutnya, pada akhirnya kita juga akan langsung rilis di website korem143.tni-ad.mil.id, sehingga orang tua langsung bisa tahu dan terhindar dari upaya penipuan maupun makelar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Untuk memastikan juga, selama kegiatan digelar personel intelijen, dan Polisi Militer, jadi jangan pernah coba-coba untuk melakukan tindakan yang dapat dikatagorikan pelanggaran dalam proses penerimaan prajurit TNI AD," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel