1.100 Ibu Hamil di Yogyakarta Jalani Vaksinasi COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 1.100 ibu hamil menjalani vaksinasi COVID-19 yang dipusatkan di gedung Grha Sabha Pramana UGM, Kamis, 19 Agustus 2021. Vaksinasi khusus ibu hamil ini diselenggarakan oleh UGM bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Ova Emilia mengatakan, vaksinasi ini diselenggarakan untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperluas sasaran vaksinasi dan menekan angka kematian akibat COVID-19.

Untuk ibu hamil, proses vaksinasi dimulai dari tahap pendaftaran, skrining, penyuntikan, dan observasi selama 15 menit. Setelah observasi dan dinyatakan boleh divaksin maka penyuntikan pun dilakukan.

Proses skrining sangat penting untuk menapis ibu hamil agar tidak terdapat kontraindikasi terhadap vaksin. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran dari Kemenkes. Sementara proses observasi dilaksanakan untuk memantau kondisi pascapenyuntikan vaksin COVID-19.

“Akhir-akhir ini mortalitas ibu hamil meningkat, dan memang ibu hamil merupakan kelompok risiko tinggi sehingga perlu peningkatan daya tahan tubuh,” kata Ova.

Ova menyebutkan, ibu hamil sebagai salah satu kelompok paling rentan. Ibu hamil, menurut Ova, yang terinfeksi COVID-19 memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami perburukan dan memerlukan perawatan di ruang intensif, terlebih dengan masuknya varian Delta.

Ova menuturkan salah satu upaya strategis yang dapat diambil, selain upaya preventif standar berupa pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan secara benar, adalah pemberian vaksinasi pada ibu hamil. Vaksinasi terhadap kelompok ibu hamil dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan yang ditetapkan pada tanggal 2 Agustus lalu.

Sementara itu Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi kepada FK-KMK UGM dan seluruh pihak yang terlibat atas kontribusi nyata yang dilakukan dalam memfasilitasi akses vaksinasi bagi ibu hamil di DIY.

“Semoga kegiatan vaksinasi ini dapat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak COVID-19 pada ibu hamil,” ujar Paku Alam X.

Paku Alam X menuturkan usai divaksin, para peserta vaksinasi untuk tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan meski telah divaksin. Upaya-upaya ini diharapkan dapat menurunkan kasus COVID-19 terutama di wilayah DIY.

“Mari berjuang bersama untuk mewujudkan seluruh wilayah DIY menjadi zona hijau terbebas dari ancaman COVID-19,” ujar Paku Alam X.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel