1.316 rumah di Tapanuli Utara rusak karena gempa bumi

Sebanyak 1.316 rumah warga, 72 tempat ibadah, 31 saluran irigasi, dan fasilitas lainnya di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, rusak dampak gempa bumi tektonik yang terjadi Sabtu (1/10)

"Sesuai data terkini sebanyak 1.316 rumah warga, 72 rumah ibadah, dan 31 ruas jalan rusak akibat gempa.Jumlahnya masih dimungkinkan bertambah karena pendataan masih terus berlangsung," Kata Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan di Tarutung, Ahad.

Selain rumah warga, tempat ibadah, dan ruas jalan, sebanyak sembilan unit jembatan, 23 fasilitas pendidikan, tiga fasilitas kesehatan, 25 kantor pemerintahan, tiga kantor swasta, 34 tembok penahan tanah, 35 saluran irigasi, tiga tiang PLN, 2 LPJU, satu tempat wisata, sembilan fasilitas air bersih, juga mengalami kerusakan.

Dalam pemetaan dampak gempa bumi, setidaknya terdapat lima kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan dan dampak guncangan menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka di wilayah Taput.

Baca juga: PLN: 98 persen listrik Tapanuli Utara telah menyala, pascagempa Sabtu

Baca juga: Humaniora kemarin penggalangan dana FIF hingga gempa Taput

Kecamatan Tarutung menyumbangkan sisi kerusakan pada 475 unit rumah warga, 13 rumah ibadah, 15 ruas jalan, satu unit jembatan, delapan fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, lima unit kantor pemerintahan, 25 tembok penahan tanah, lima unit saluran irigasi, dua buah tiang PLN, satu orang meninggal dunia, dan delapan korban luka.

Di Kecamatan Sipoholon, terdapat kerusakan 254 unit rumah warga, 17 tempat ibadah, sembilan ruas jalan, satu unit jembatan, delapan unit kantor pemerintahan, empat tembok penahan tanah, satu unit saluran irigasi, satu tiang PLN, dan guncangan gempa bumi mengakibatkan delapan warga luka-luka.

Sementara di Kecamatan Siatasbarita, guncangan gempa menimbulkan kerusakan 180 unit rumah, sembilan tempat ibadah, enam ruas jalan, enam unit jembatan, 10 kantor pemerintahan, tiga kantor swasta, empat tembok penahan tanah, 19 saluran irigasi, satu tempat wisata, dan mengakibatkan enam warga luka-luka.

Juga di Kecamatan Parmonangan, gempa bumi merusak 313 unit rumah, 16 tempat ibadah, delapan unit fasilitas pendidikan, satu unit kantor pemerintahan, dan mengakibatkan satu warga luka-luka.

Serta di Kecamatan Pagaran, gempa bumi menyebabkan kerusakan 72 unit rumah warga, 14 tempat ibadah, satu ruas jalan, satu unit jembatan, enam fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, satu unit kantor pemerintahan, satu tembok penahan tanah, 10 saluran irigasi, dan sembilan fasilitas air bersih.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan tiga gempa Bumi berkekuatan di atas magnitudo di atas 5.0 mengguncang wilayah Tapanuli Utara, Sumatra Utara pada Sabtu dini hari.

Dalam keterangan resmi BMKG, gempa pertama terjadi pada pukul 02.28 WIB dengan magnitudo 6.0 pada kedalaman 10 kilometer dengan lokasi episentrum 2,13 lintang utara dan 98,89 bujur timur atau 15 kilometer barat laut Tapanuli Utara.

Gempa kedua hanya berjarak 22 menit dari gempa awal yakni pada pukul 02.50 WIB dengan magnitudo 5.1. Sementara gempa ketiga terjadi pada pukul 03.37 WIB dengan magnitudo 5.0. Tiga gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.*

Baca juga: 872 rumah rusak dampak gempa di Tapanuli Utara

Baca juga: Gubernur Sumut kirim bantuan logistik masyarakat terdampak gempa