1.376 Gardu PLN Terdampak Banjir di Jakarta dan Jabar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) membuat PLN harus memadamkan ratusan gardu listrik. Per hari ini, Sabtu (20/2/2021) pukul 16.00, total gardu listrik yang terdampak sebanyak 1.376 dengan jumlah gardu yang menyala 505 di kedua wilayah tersebut.

Kondisi gardu listrik PLN sejauh ini terpantau aman, karena sudah dimasukkan dalam program peninggian gardu. Namun, kondisi banjir di lingkungan sekitarnya membuat gardu terpaksa dipadamkan untuk keamanan masyarakat.

"Di Jakarta ada 397 gardu terdampak banjir, sudah cenderung menurun tapi masih ada 263 gardu yang masih terpaksa kita padamkan karena lingkungannya banjir. Di Jawa Barat terjadi di Cikarang, Bekasi, serta Karawang ada total 979 gardu dan masih padam sekitar 608 gardu," ungkap Direktur Regional Jawa Madura Bali PLN, Haryanto WS, dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (20/2/2021).

"Kami terus akan berusaha siaga dan terus melakukan yang terbaik di masyarakat. Namun juga tetap mengedepankan keselamatan masyarakat dan petugas, sambungnya.

Jumlah pelanggan PLN yang terdampak banjir sendiri terus mengalami peningkatan. Untuk di DKI Jakarta per pukul 16.00 sebanyak 120.565, kemudian menjadi 125.518 pada pukul 17.00 WIB

Namun untuk jumlah pelanggan yang listriknya sudah menyala meningkat. Pada pukul 16.00, listrik 42.262 pelanggan PLN sudah menyala, kemudian bertambah menjadi 49.834 pada pukul 17.00 WIB untuk di wilayah DKI Jakarta.

Sempat Terdampak Banjir, Listrik 20 Ribu Pelanggan PLN Kembali Menyala

Petugas PLN memeriksa jaringan listrik yang sudah diputus agar tidak membahayakan, Bango, Pondok Labu, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Banjir di Jakarta berdampak pada 180 unit Gardu Distribusi dan 61.320 pelanggan sehingga terjadi pemadaman di sejumlah wilayah. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik yang sudah diputus agar tidak membahayakan, Bango, Pondok Labu, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Banjir di Jakarta berdampak pada 180 unit Gardu Distribusi dan 61.320 pelanggan sehingga terjadi pemadaman di sejumlah wilayah. (merdeka.com/Arie Basuki)

PLN menyatakan hingga pukul 12.00 WIB, terdapat 337 gardu distribusi listrik terdampak yang terpaksa dipadamkan untuk keselamatan warga. 65 gardu atau 20 persen dari gardu terdampak sudah dipulihkan karena kondisi setempat sudah aman untuk dialiri listrik.

Dari 102.045 pelanggan yang terdampak, sudah 20.088 pelanggan yang listriknya sudah kembali normal.

"PLN akan berupaya maksimal dalam mengamankan listrik saat banjir di Ibukota dan sekitarnya," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Saat ini, sebanyak 2.371 personel PLN diterjunkan untuk mengamankan warga saat terjadi banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tak kenal lelah petugas PLN fokus pada keselamatan warga yang terdampak.

PLN juga tetap siaga di 72 posko dengan perlengkapan pendukung 103 Genset, 20 UPS, 99 Unit Gardu Bergerak, 12 Unit Kendaraan Deteksi dan 700 Unit Kendaraan Operasional, dan 37 perahu karet.

Daerah yang masih dipadamkan karena lokasi warga terkena banjir antara lain,

- Jakarta Timur: Cipinang dan sekitarnya (dsk), Cipinang Ranti dsk, Kampung Makasar dsk, Bambu Apus dsk

- Bekasi: Bintara dsk, Jatiasih dsk, Kalimalang dsk, Pondok Gede Permai dsk, Jatibening dsk, Jatiwaringin dsk, Pondok Gede dsk.

- Jakarta Selatan: Fatmawati dsk, Kemang dsk, Pejaten dsk, Warung Buncit dsk, Kalibata dsk, Ciledug dsk, Petukangan dsk, Pondok Kacang dsk, Kuningan dsk

- Jakarta Pusat: Karet Tengsin dsk

Petugas PLN tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam melaksnakan tugasnya di lapangan. Petugas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan menjalankan 3M.

"Listrik segera dinormalkan apabila semua sudah dalam keadaan kering dan siap. Saat ini mohon bersabar karena keselamatan jiwa kita semua yang utama," pungkas Doddy.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: