1.376 Gardu PLN Terendam Banjir Jakarta dan Jabar

Siti Ruqoyah, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVAPLN menerjunkan 6.170 personel untuk bersiaga melakukan pemantauan kelistrikan dan pengamanan pada daerah terdampak banjir, di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN, Haryanto WS, menjelaskan bahwa hingga Sabtu 20 Februari 2021 pukul 16.00 WIB, terdapat 1.376 Unit gardu distribusi terdampak banjir.

"Sementara sebanyak 505 gardu distribusi dan sekitar 135 ribu pelanggan telah berhasil dinyalakan kembali oleh PLN," kata Haryanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 20 Februari 2021.

Dia memastikan bahwa petugas PLN akan terus bersiaga untuk memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir, guna melakukan pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat.

Beberapa wilayah yang masih terdampak banjir di Wilayah Jakarta yakni ada di Cipinang, Pinang Ranti, Kampung Makasar, Bambu Apus, Fatmawati, Kemang, Pejaten, Warung Buncit, Kalibata, Ciledug, Petukangan, Pondok Kacang, Kuningan, dan Karet Tengsin.

Sementara di Jawa Barat yakni di sebagian Bekasi meliputi Bintara, Jatiasih, Kalimalang, Jatibening, Jatiwaringin, Pondok Gede, sebagian Cikarang, sebagian Karawang, dan sebagian Gunung Putri. Haryanto mengatakan, terdapat kondisi yang menyebabkan listrik dinonaktifkan demi keselamatan pelanggan, yaitu apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, atau keduanya terendam.

PLN akan melakukan pemulihan listrik di lokasi terdampak banjir, apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Serta apabila kedua belah pihak yaitu PLN dan tokoh masyarakat telah menandatangani berita acara penyalaan listrik.

"PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir, agar bisa sigap mengambil langkah melalui koordinasi dengan pemda setempat," ujar Haryanto.

Dia menambahkan, PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir.

"Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter," ujarnya.

Sebagai informasi, warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. PLN juga mengajak pelanggan untuk melakukan catat meter mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan tinggal mengunggah foto meteran listrik pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Kemudian, di tanggal 1 bulan berikutnya akan keluar tagihan berdasarkan angka meteran yang dilaporkan.

Fitur SwaCAM membuat pencatatan meter listrik lebih praktis, karena tidak perlu menunggu petugas datang ke rumah setiap bulannya. Adanya SwaCAM membuat proses penagihan listrik menjadi semakin transparan, karena pelanggan sendiri yang memberikan laporan pemakaian listrik.