1.528 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Bekasi

·Bacaan 2 menit
Polisi menghalau kendaraan berpenumpang di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Jumat (24/4/2020). Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bekasi - Sebanyak 1.528 personel gabungan diterjunkan selama giat Operasi Lilin Jaya 2020, dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021 di Bekasi. Pengamanan melibatkan kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga ormas.

Untuk kepolisian terdiri dari 939 personel, TNI, Satpol PP hingga Dishub melibatkan 379 personel, sedangkan ormas terdapat 210 personel.

"Seluruh personel akan melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lainnya," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, Senin (21/12/2020).

Ada beberapa titik yang diperkirakan dipenuhi ratusan pengunjung pada saat malam pergantian tahun, yang bakal dijaga ketat aparat. Diantaranya bunderan tol Komsen Jatiasih, alun-alun Kota Bekasi, Mega Bekasi Hypermall, BTC, Blue Plaza, kawasan Grand Kamala Lagoon, dan Dukuh Jamrud.

Selain itu, aparat juga akan berjaga di sejumlah jalan arteri yang rawan kemacetan, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Agung, Jalan KH Noer Ali, dan Jalan IR H Djuanda Bekasi.

"Peningkatan aktifitas masyarakat ini tentu sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19," ujar Wijonarko.

Dalam pengamanan, kata dia, aparat akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan tahun baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19," tegasnya.

Antisipasi Gangguan

Selain pelanggaran protokol kesehatan, aparat juga mengantisipasi beberapa gangguan Kamtibmas lainnya yang diprediksi terjadi selama momen Natal dan tahun baru. Mulai dari aksi terorisme, kriminal, serta bencana alam.

"Kita deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang, sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat," ungkapnya.

Wijonarko juga menekankan seluruh personel untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M dalam menjalankan tugas, untuk menghindari potensi penularan virus Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: