1.721 nelayan akan angkut sampah laut di Gernas BCL

Sebanyak 1.721 nelayan akan berpartisipasi mengangkut sampah di laut dalam Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) sepanjang bulan Oktober 2022 yang akan dilakukan di 14 lokasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya kepada wartawan di kantor KKP Jakarta, Selasa, mengatakan pelaksanaan Gernas BCL merupakan aksi nyata mengentaskan persoalan sampah plastik di wilayah pesisir dan laut sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

"Tingkat awal yang paling sederhana yang kita lakukan adalah memberikan penyadaran yang komprehensif kepada semua pihak khususnya masyarakat yang berkecimpung di lautan. Mereka diimbau untuk tidak membuang sampah di laut. Kemudian ada satu program, yaitu dalam satu musim penangkapan ada satu bulan yang kita minta untuk mengambil sampah di laut," katanya.

Baca juga: Bersih-bersih pantai di Padang kumpulkan 2,1 ton sampah

Esensi Gernas BCL, kata Trenggono, selain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan sampah di pesisir dan laut agar tidak bocor ke laut, juga mengedukasi masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah melalui penerapan ekonomi sirkular menuju implementasi ekonomi biru.

Menteri Trenggono mengatakan pengentasan sampah laut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pihak per pihak. Untuk itu, Gernas BCL yang digagas KKP sebagai wujud program kolaborasi multipihak sebagai solusi persoalan sampah untuk menjaga laut Indonesia tetap sehat.

Kolaborasi ini, kata Trenggono, untuk memastikan sampah-sampah yang diambil dari laut bisa diolah menjadi produk berdaya guna dan memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: KKP kumpulkan 1,4 ton sampah di program Bulan Cinta Laut Pacitan Jatim

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo menambahkan, Gernas BCL berlangsung sepanjang Oktober 2022 dengan melibatkan 1.721 di 14 lokasi di seluruh wilayah pesisir dan laut Indonesia meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Serang, Cilacap, Cirebon, Bali, Kubu Raya, Balikpapan, Manado, Kendari, Sorong, dan Merauke.

Nelayan-nelayan tersebut, seluruhnya terdaftar sebagai anggota Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) dan telah diberikan edukasi mengenai teknis pengumpulan, pemilahan, dan pembersihan sampah plastik di laut agar bernilai ekonomis.