1.816 Rumah Subsidi di Sulawesi Utara Dapat Bantuan PSU Rp 13 Miliar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) senilai Rp 13 miliar untuk 1.816 unit rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) di Sulawesi Utara.

Penyaluran bantuan PSU di Sulawesi Utara tersebut akan dilaksanakan dan tersebar di empat kabupaten/kota, yakni di Kota Manado sebanyak 504 unit di tiga lokasi perumahan, Kota Tomohon 80 unit, Kabupaten Minahasa 310 unit di tiga lokasi perumahan, dan Kabupaten Minahasa Utara 922 unit di 10 perumahan.

Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, bantuan PSU disalurkan oleh Kementerian PUPR agar masyarakat yang tinggal di rumah bersubsidi merasa nyaman.

"Di samping meningkatkan kenyamanan hunian MBR, pemberian bantuan ini diharapkan dapat mendorong semangat para pengembang untuk membangun lebih banyak rumah bersubsidi untuk masyarakat serta mendorong tercapainya Program Sejuta Rumah," ujar Khalawi, Jumat (19/3/2021)

Pelaksanaan bantuan PSU dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri (PUPR) Nomor 03/PRT/M/2018 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 38/PRT/M/2015 tentang Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Untuk Perumahan Umum.

Di samping pembangunan jalan lingkungan, bantuan PSU juga dapat mencakup penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu kepada pengembang perumahan yang membangun perumahan MBR.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan, target pembangunan bantuan PSU Perumahan mulai tahun anggaran 2015-2019 selalu memenuhi target, bahkan selalu melebihi jumlah unit yang ditargetkan.

Capaian penyaluran bantuan PSU pada 2015 sebanyak 29.956 unit, 2016 sebanyak 26.884 unit, 2017 sebanyak 17.218 unit, 2018 sebanyak 30.406 unit, dan 2019 sebanyak 15.148 unit.

Pemerintah Anggarkan Rp 3,7 Miliar Bangun Jalan Akses ke Rumah Subsidi di Papua

Perumahan  bersubsidi di Bukit Rancayamaya Residences, Caringin, Bogor, Minggu (14/02/2021). PT BTN Tbk mengalami lonjakan penyaluran KPR subsidi pada kuartal  III dan kuartal IV tahun 2020 setelah sempat mengalami penurunan pada kuartal kedua. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perumahan bersubsidi di Bukit Rancayamaya Residences, Caringin, Bogor, Minggu (14/02/2021). PT BTN Tbk mengalami lonjakan penyaluran KPR subsidi pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2020 setelah sempat mengalami penurunan pada kuartal kedua. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua I Direktorat Jenderal Perumahan pada 2021 ini akan menyalurkan anggaran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di Papua senilai Rp 3,7 miliar.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan untuk 395 unit rumah bersubsidi di daerah tersebut.

"Bantuan PSU disalurkan oleh Kementerian PUPR agar masyarakat Papua yang tinggal di rumah bersubsidi merasa nyaman," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Khalawi mengatalan, pembangunan PSU sangat membantu mendorong pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah di Papua. Adanya bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat para pengembang untuk membangun lebih banyak rumah bersubsidi untuk masyarakat.

Dijelaskannya, pelaksanaan bantuan PSU dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri (PUPR) Nomor 03/PRT/M/2018 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Nomor 38/PRT/M/2015 tentang Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Untuk Perumahan Umum. Adapun komponen bantuan PSU yang akan dikerjakan adalah jalan lingkungan.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan, target pembangunan bantuan PSU perumahan mulai tahun anggaran 2015-2019 selalu memenuhi target, bahkan selalu melebihi jumlah unit yang ditargetkan.

Capaian penyaluran Bantuan PSU pada 2015 sebanyak 29.956 unit, 2016 sebanyak 26.884 unit, 2017 sebanyak 17.218 unit, 2018 sebanyak 30.406 unit, dan 2019 sebanyak 15.148 unit.

"Bantuan PSU ini bersifat stimulan dan diberikan agar pelaku pembangunan khususnya pengembang dapat lebih banyak membangun rumah yang layak dan terjangkau bagi MBR di Papua," ujar Khalawi.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua I Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Faisal Soedarno menerangkan, penyaluran bantuan PSU untuk 395 unit rumah ini dilaksanakan dan tersebar di Kabupaten Jayapura sebanyak 60 unit, Kabupaten Merauke sebanyak 100 unit, serta Kota Jayapura sebanyak 235 unit.

"Kami harap bantuan ini dapat mendorong capaian target Program Sejuta Rumah dan mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Dengan adanya bantuan tersebut masyarakat berpenghasilan rendah di Papua bisa mendapatkan rumah layak huni dengan lingkungan yang lebih berkualitas karena tersedianya PSU yang memadai," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: