1,9 Juta Orang di Jatim Terjaring Operasi Yustisi PPKM

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Razia PSBB Surabaya Raya Credit: Merdeka.com/Liputan6.com

Liputan6.com, Surabaya - Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengungkapkan, lebih dari 1,9 juta orang terjaring operasi yustisi di 15 daerah pelaksana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Timur selama dua pekan.

"Hasil operasi yustisi sejak 11 hingga 24 Januari kemarin, ada 1.963.651 orang terjaring yustisi dalam 1,2 juta kali operasi yang dilakukan jajaran polres dan polresta di 15 daerah pelaksana," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Gatot menjelaskan, operasi ini dilakukan di berbagai tempat. Antara lain di 6.664 terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan di Jatim. Kemudian di lebih dari 34 ribu mal dan pusat perbelanjaan, serta 19 ribu lebih pasar.

"Kami juga menyasar hampir 90 ribu rumah makan atau restoran, lebih dari 7.500 tempat wisata, dan lebih dari 40 ribu tempat ibadah yang tersebar di 15 kabupaten maupun kota pelaksana PPKM di Jatim," ucapnya.

Gatot mengatakan, dari total lebih dari 1,9 juta orang terjaring razia maupun pemeriksaan oleh jajaran petugas gabungan operasi yustisi, hanya 391 ribu orang di antaranya yang dinyatakan mematuhi protokol kesehatan.

"Sisanya, sebanyak 1.572.234 orang yang terjaring operasi saat PPKM mendapat tindakan beragam. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, denda administrasi, sampai penyitaan KTP atau paspor," ujarnya.

Gatot menyampaikan, sebanyak lebih dari 1,2 juta orang mendapat teguran lisan karena tidak patuh protokol kesehatan. Lebih dari 288 ribu orang lainnya mendapat teguran tertulis, dan sebanyak 7.801 orang didenda administrasi.

"Dari 7.800 lebih orang yang didenda, petugas gabungan operasi yustisi telah mengumpulkan uang denda senilai lebih dari Rp 502 juta. Lainnya, lebih dari 50 ribu KTP atau paspor telah disita," ucapnya..

Tingkat Kepatuhan Kurang

Menurut Gatot, secara umum kepatuhan masyarakat di 15 daerah pelaksana PPKM selama dua pekan dia nilai masih kurang.

"Dari laporan yang masuk, kebanyakan ditindak oleh petugas karena tidak patuh memakai masker. Baik di tempat ibadah, apalagi di rumah makan dan restoran. Banyak itu yang tidak patuh," ujarnya.

Saat malam hari, lanjut Gatot, pengunjung rumah makan dan restoran memang terlihat patuh pakai masker dan jaga jarak. Tapi saat siang, kata dia, tempat itu masih menjadi tempat kerumunan.

Dia mengakui, tidak sedikit restoran yang sudah melakukan pengurangan kapasitas sesuai ketentuan PPKM hanya 25 persen dari kapasitas normal. "Yang sulit di rumah-rumah makan itu," ujarnya.

Dikonfirmasi mengenai wacana pelaksanaan perpanjangan PPKM di Jatim, Gatot mengatakan, Polda Jatim masih menunggu rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim yang akan digelar hari ini

Saksikan video pilihan di bawah ini: