1.932 Rumah di Villa Nusa Indah Bogor Terendam Banjir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bogor - Ribuan rumah di kawasan Villa Nusa Indah 1 dan 2, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor masih terandam banjir.

Namun sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (8/2/2021), banjir berangsur surut dari semula setinggi 120 sentimeter menjadi sekitar 50 sentimeter.

“Jelang sore tadi banjir mulai surut, sekarang ketinggian banjir 50 sentimeter,” kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman, saat dihubungi.

Puarman menyebutkan, banjir yang terjadi Senin pagi tadi merendam 1.932 rumah di 13 RW. Terdapat 9.528 jiwa terdampak banjir. Sementara sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke beberapa tempat.

“Ada yang mengungsi ke beberapa tempat seperti rumah saudaranya. Ada juga yang memilih bertahan di lantai dua,” kata Puarman.

Ia menerangkan, intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu (7/2/2021) malam hingga Senin pagi menyebabkan Sungai Cileungsi meluap. Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cileungsi terpantau pada pukul 08.10 WIB mencapai 580 sentimeter.

“TMA terus naik hingga mencapai titik tertinggi yaitu 650 sentimeter atau Siaga 1 Banjir sekitar pukul 10.00 WIB. Luapan sungai masuk ke rumah-rumah warga,” kata dia.

Meski banjir mulai surut, namun tim gabungan dan para relawan masih berupaya mengevakuasi warga terdampak. Selain itu, tim gabungan juga sibuk menyedot air menggunakan mesin pompa.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan air kembali naik bila di hulu sungai diguyur hujan deras," ujarnya.

Langganan Banjir

Tidak hanya Jakarta, banjir juga menerjang pemukiman di Villa Nusa Indah 2 Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Nida Syadza Aprilisa)
Tidak hanya Jakarta, banjir juga menerjang pemukiman di Villa Nusa Indah 2 Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Nida Syadza Aprilisa)

Menurut Puarman, kawasan Villa Nusa Indah menjadi langganan banjir sejak beberapa tahun belakangan ini. Terlebih jika hulu sungai diguyur hujan deras. Banjir terparah terjadi pada awal Januari 2020 lalu. Ketinggian air saat itu hingga mencapai 2 meter.

Sementara itu, Kapolsek Gununputri Kompol Andry Fan menerangkan, tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD dan sejumlah relawan melakukan evakuasi warga begitu terjadi banjir. Ada sekitar tujuh orang yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke posko.

Dari tujuh orang tersebut, satu di antaranya seorang perempuan lanjut usia (lansia). Perempuan itu sempat tidak mau dievakuasi, padahal saat ditemukan di dalam rumahnya kondisi tubuhnya dalam keadaan kedinginan.

“Mulanya lansia itu tidak mau dievakuasi, tapi kita paksa untuk dievakuasi. Tubuhnya sudah kedinginan karena rumahnya terendam,” terangnya.