1 Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satu narapidana korban meninggal dalam kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang berhasil diindentifikasi. Humas RSUD Kabupaten Tangerang dr Hilwani mengatakan, satu korban yang berhasil teridentifikasi itu berinisial DA.

"Betul, dari 41 korban yang meninggal, satu berhasil teridentifikasi, hal ini karena saat dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang kondisinya masih hidup walaupun dengan luka bakar sekitar 65 persen," kata Hilwani, Rabu (8/9/2021).

Saat tiba di lokasi, data korban kebakaran di Lapas Tangerang tersebut telah masuk ke bagian administrasi rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar yang dialaminya.

"Luka bakarnya cukup parah, walaupun tidak separah 40 korban yang lain, makanya masih bisa diidentifikasi," ujarnya.

Saat ini, 41 korban kebakaran Lapas Tangerang telah dipindahkan dari RSUD Kabupaten Tangerang ke RS Kramat Jati, Jakarta.

Yasonna Sebut Lapas Kelas I Tangerang Kelebihan Kapasitas 400 Persen

Menkumham Yasonna Laoly saat melihat penampakan Lapas Kelas I Tangerang usai kebakaran, Rabu (8/9/2021). (dok Kemenkumham)
Menkumham Yasonna Laoly saat melihat penampakan Lapas Kelas I Tangerang usai kebakaran, Rabu (8/9/2021). (dok Kemenkumham)

Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna H Laoly menyebut Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Tangerang, Banten kelebihan kapasitas. Dia mengungkap kelebihan kapasitas di Lapas Tangerang mencapai 400 persen.

"Lapas Tangerang ini over kapasitas 400 persen, penghuninya 2.072 orang," ujar Yasonna di Lapas Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021).

Menurut Yasonna, saat insiden kebakaran terjadi, pintu kamar warga binaan pemasyarakatan terkunci. Mode bangunan di Lapas Kelas I Tangerang ini menurut dia layaknya paviliun.

"Jadi itu model paviliun-paviliun, di dalam satu blok ada beberapa kamar yang terkunci, dan itu terjadi kebakaran jam 01.45 WIB, pengawas dari atas melihat kondisi itu terjadi api, langsung menelepon damkar," kata Yasonna soal kebakaran lapas itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel