1 SPBU Stop Operasi karena Banjir, Layanan BBM di Semarang Tetap Jalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) memastikan layanan dan fasilitas operasional pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, LPG, hingga Avtur di Kota dan Kabupaten Semarang tetap berjalan di tengah musibah banjir.

Kepastian ini dikemukakan Pejabat sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri dalam keterangan resminya, Minggu (7/2/2021).

"Terdapat 103 SPBU regular, 103 Agen LPG, 1 Fuel Terminal, dan 1 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Achmad Yani yang beroperasi di kota kabupaten Semarang. Di antara jumlah tersebut, hanya 1 SPBU yang dihentikan sementara beroperasi karena kondisi banjir di area SPBU, yaitu SPBU 4450107 Puri Anjasmoro," jelas dia.

Marthia menambahkan, masyarakat dapat beralih sementara ke SPBU lainnya yang berada di sekitar, yakni SPBU 4450109 Kalibanteng, SPBU 4450140 Sudirman, dan SPBU 4450119 Pamularsih.

"Kami akan terus memantau kondisi banjir terkini untuk melakukan mitigasi operasi di lokasi lainnya, maupun kembali mengoperasikan SPBU tersebut setelah kami pastikan kondisi peralatan dan aspek keselamatan SPBU pasca banjir kemarin," ujarnya.

Tanki BBM Tetap Operasi

6 Potret Terkini Jalan di Semarang, Banjir di Momen Jateng 2 Hari di Rumah (sumber: FB Muhammad Rosi)
6 Potret Terkini Jalan di Semarang, Banjir di Momen Jateng 2 Hari di Rumah (sumber: FB Muhammad Rosi)

Terkait proses pengantaran BBM, dia menjelaskan mobil tangki Pertamina akan tetap beroperasi meskipun terkendala di sejumlah ruas jalan yang tergenang banjir.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan angka realisasi konsumsi BBM dan LPG di wilayah kota dan kabupaten Semarang.

"Saat ini rata-rata konsumsi harian BBM jenis gasoline (produk Pertamax, Pertalite, dsb) berada di angka 1.220 kiloliter per hari, sementara BBM jenis gasoil (produk Pertamina Dex, Dexlite, dsb) berada di angka 706 kiloliter per hari. Untuk rata-rata konsumsi harian LPG berada di angka 674 Metric Ton per hari," tuturnya.