1 Suro, warga Solo kirab pusaka di Istana Mangkunegaran

MERDEKA.COM, Ribuan warga Solo dan berbagai daerah berebut air bekas jamasan pusaka, saat digelar peringatan malam 1 Suro 1946 di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah. Seperti biasanya, memperingati tahun baru 1 Suro 1946 dalam penanggalan jawa atau 1 Muharam 1434 Hijriah, Istana Mangkunegaran mengadakan tradisi kirab pusaka mengelilingi benteng.

Pantauan merdeka.com, Rabu (14/11) malam, hujan yang mengguyur Kota Solo sejak Rabu siang, tak menyurutkan animo masyarakat untuk mengikuti kirab bersama keluarga Istana Mangkunegaran, abdi dalem serta wisatawan domestik maupun mancanegara.Sebelum dikirab terlebih dahulu dilakukan jamasan (pencucian) puluhan pusaka.

Usai jamasan, ribuan warga berebut air bekas jamasan pusaka milik Istana Mangkunegaran. Masyarakat masih percaya air yang telah digunakan untuk mencuci beberapa tombak pusaka itu bisa memberikan keberkahan. Sebagian warga ada yang sudah menyiapkan botol-botol air mineral. Sebagian cukup mengambil air itu lalu dicucikan pada pada mukanya.

"Ini untuk saya masukkan ke sumur di rumah, biar airnya berkah, segar dan menyehatkan" ujar Sartini, warga Nguter Sukoharjo, yang ikut berebut air.

Hal sama juga dikemukakan Kartijah, warga Salatiga, yang menyempatkan diri ke Solo. "Saya selalu ke Mangkunegaran setiap 1 suro. Saya ambil air jamasan satu botol. Nanti sesampai rumah saya tebarkan ke sawah dan kebun, biar subur dan panennya banyak. Ini juga bisa buat obat kalau sakit mas" katanya.

Kirab pusaka di Istana Mangkunegaran, dimulai pukul 19.50 WIB. Ribuan warga abdi dalem dan wisatawan juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Kirab mengelilingi Istana Mangkunegaran tersebut dilepas oleh Adipati Mangkunagara ke X, Raja Sri Paduka Mangkunegara IX dari pendapa istana.

Selain istana Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga menggelar acara yang sama. Di keraton peninggalan dinasti Mataram tersebut akan menggelar kirab 10 pusaka dan 9 kebo bule atau Kebo Kyai Slamet, pada Kamis dinihari.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.